Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Rusia, Serangan Tembus 800 Km dari Perbatasan

Drone Ukraina membakar kilang minyak Rusia di wilayah Samara. Serangan tersebut tembus 800 Km dari perbatasan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Rusia, Serangan Tembus 800 Km dari Perbatasan
Facebook Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina
TENTARA UKRAINA - Foto ini diambil dari Facebook Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pada Selasa (11/3/2025), memperlihatkan tentara Ukraina menggunakan peluncur granat di lokasi dan tanggal yang tidak disebutkan. Pada 21 Mei 2026, militer Ukraina melaporkan drone Ukraina membakar kilang minyak Rusia di wilayah Samara, menembus 800 Km dari perbatasan. 

Sementara itu, Rusia kembali mengecam meningkatnya militerisasi Eropa dan menuduh negara-negara Barat menggunakan ancaman Rusia sebagai alasan memperkuat blok militer di kawasan tersebut, seperti diberitakan Russia Today.

Kanselir Jerman Dorong Status Khusus Ukraina di Uni Eropa

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengusulkan agar Uni Eropa mempertimbangkan status “keanggotaan asosiasi” bagi Ukraina di tengah upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai.

Menurut surat Merz kepada para pejabat tinggi Uni Eropa yang diperoleh Associated Press, Ukraina nantinya dapat ikut serta dalam berbagai pertemuan Uni Eropa meski belum memiliki hak suara penuh.

Usulan tersebut juga mencakup kemungkinan Ukraina memperoleh posisi “anggota asosiasi” tanpa hak suara di Komisi Eropa dan Parlemen Eropa.

Langkah itu dinilai sebagai upaya mempererat integrasi Ukraina dengan Eropa sambil menunggu proses keanggotaan penuh.

Lukashenko Buka Peluang Bertemu Zelenskyy, Klaim Belarus Tak Akan Masuk Perang Ukraina

Pemimpin Belarus, Alexander Lukashenko, menyatakan dirinya siap mengadakan pembicaraan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di tengah meningkatnya ketegangan antara Minsk dan Kyiv terkait perang Rusia-Ukraina.

Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita pemerintah BelTA, Lukashenko menegaskan Belarus tidak ingin terseret lebih jauh ke dalam perang, kecuali jika wilayah negaranya diserang secara langsung.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kami tidak akan terseret ke dalam perang di Ukraina. Tidak ada kebutuhan untuk itu, baik bagi sipil maupun militer,” kata Lukashenko.

Meski demikian, ia mengaku tetap membuka pintu dialog dengan Zelenskyy dan bersedia bertemu di lokasi mana pun, baik di Belarus maupun Ukraina.

“Jika dia ingin mendiskusikan sesuatu, meminta nasihat, atau hal lain, dia dipersilakan. Saya siap bertemu dengannya di lokasi mana pun — Ukraina atau Belarus — untuk membahas hubungan Belarus-Ukraina dan mungkin juga prospeknya,” ujarnya.

Lukashenko juga mempertanyakan memburuknya hubungan Minsk dan Kyiv di tengah komunikasi Belarus dengan sejumlah negara Barat.

“Entah mengapa kita memiliki hal-hal untuk dibicarakan dengan Amerika, Jerman, Polandia, Lituania, dan Latvia, tetapi dengan Ukraina tidak ada yang bisa dibicarakan,” tambahnya, lapor Pravda.

Pernyataan tersebut muncul setelah Ukraina menuduh Rusia terus berupaya menyeret Belarus lebih dalam ke konflik.

Pada 15 Mei lalu, Zelenskyy mengatakan pihaknya telah menerima laporan intelijen mengenai aktivitas Rusia di Belarus dan memerintahkan militer Ukraina menyiapkan langkah antisipasi.

Di saat yang sama, Kementerian Pertahanan Belarus mengumumkan dimulainya latihan militer bersama Rusia yang melibatkan unit-unit siap tempur senjata nuklir taktis.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas