Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Rusia, Serangan Tembus 800 Km dari Perbatasan
Drone Ukraina membakar kilang minyak Rusia di wilayah Samara. Serangan tersebut tembus 800 Km dari perbatasan.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Drone Ukraina menyerang kilang minyak Syzran di wilayah Samara, Rusia, yang berjarak lebih dari 800 km dari perbatasan Ukraina.
- Presiden Volodymyr Zelenskyy mengunggah video kobaran api besar pascaserangan tersebut.
- Media Rusia Astra menyebut kilang itu milik Rosneft, sementara dua orang dilaporkan tewas.
- Zelenskyy mengatakan serangan itu bagian dari strategi Ukraina menekan pendapatan perang Moskow.
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki hari ke-1549 pada Jumat (22/5/2026).
Drone Ukraina dilaporkan menyerang kilang minyak Syzran di wilayah Samara, Rusia, yang berada lebih dari 800 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis mengunggah video yang memperlihatkan kobaran api besar setelah serangan terjadi.
Kantor berita independen Rusia, Astra, menyebut kilang tersebut dimiliki oleh perusahaan energi Rosneft.
Gubernur Samara Vyacheslav Fedorishchev mengatakan dua orang tewas akibat serangan drone di Syzran, meski tidak secara langsung menyebut fasilitas kilang.
Zelenskyy menyatakan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia merupakan bagian dari strategi jangka panjang Ukraina untuk menekan pendapatan perang Moskow.
“Secara keseluruhan, rencana jangka panjang kami untuk bulan Mei sebagian besar dilaksanakan sepenuhnya. Target utamanya adalah kilang minyak Rusia, fasilitas penyimpanan, dan infrastruktur lain yang terkait dengan pendapatan minyak ini,” ujarnya.
Trump Tambah 5.000 Tentara AS ke Polandia, Singgung Hubungan Khusus dengan Presiden Baru
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengiriman tambahan 5.000 tentara Amerika Serikat ke Polandia setelah kemenangan Presiden konservatif Karol Nawrocki.
Trump menyebut langkah itu sebagai bentuk dukungan terhadap Nawrocki yang sebelumnya ia dukung secara terbuka.
Baca juga: Membentang 2.600 Kilometer, Ini Spesifikasi Pipa Gas Power of Siberia 2 Milik Rusia-China
“Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia,” tulis Trump di Truth Social, Kamis (21/5/2026).
Pengumuman itu muncul setelah Pentagon membatalkan rotasi 4.000 tentara AS ke Polandia pekan lalu, yang sempat memicu kebingungan di Warsawa.
Wakil Presiden JD Vance menegaskan keputusan tersebut hanya “penundaan” dan bukan pengurangan pasukan.
Trump sebelumnya juga menarik sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman di tengah ketegangan dengan Berlin terkait perang AS-Israel melawan Iran.
Hingga kini, Gedung Putih dan Pentagon belum menjelaskan apakah pasukan tambahan ke Polandia berasal dari unit yang ditarik dari Jerman atau brigade lain.
Menurut analisis Council on Foreign Relations, AS saat ini memiliki sekitar 80.000 tentara di Eropa, termasuk lebih dari 38.000 di Jerman dan sekitar 10.000 di Polandia.