Drone Ukraina Bakar Kilang Minyak Rusia, Serangan Tembus 800 Km dari Perbatasan
Drone Ukraina membakar kilang minyak Rusia di wilayah Samara. Serangan tersebut tembus 800 Km dari perbatasan.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Langkah itu memicu kekhawatiran internasional karena dianggap meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebut pengerahan senjata nuklir taktis Rusia di Belarus sebagai ancaman serius terhadap keamanan global dan mendesak negara-negara mitra Ukraina memberikan respons tegas.
Kekhawatiran Kyiv bukan tanpa alasan, karena pada awal invasi Rusia ke Ukraina tahun 2022, sejumlah pasukan Rusia memasuki wilayah Ukraina melalui Belarus, sementara beberapa serangan rudal ke Ukraina juga diluncurkan dari wilayah negara tersebut.
Zelenskyy Sambut Dukungan Uni Eropa, Merz Kaitkan dengan Perdamaian
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut positif sinyal kemajuan pembicaraan keanggotaan Ukraina di Uni Eropa. Dalam pidatonya pada Rabu, Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya telah memenuhi berbagai syarat untuk melanjutkan proses tersebut.
“Ini sangat penting bagi kami. Ukraina telah memenuhi semua yang diperlukan untuk kemajuan ini,” ujar Zelenskyy.
Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai keterlibatan lebih besar Ukraina dengan Uni Eropa juga dapat membantu mendorong proses perdamaian. Menurutnya, usulan tersebut penting bukan hanya bagi Ukraina, tetapi juga demi stabilitas keamanan Eropa secara keseluruhan.
“Ini akan membantu memfasilitasi pembicaraan perdamaian yang sedang berlangsung sebagai bagian dari solusi damai yang dinegosiasikan. Ini penting tidak hanya untuk keamanan Ukraina tetapi juga untuk keamanan seluruh benua,” tulis Merz.
Eks Presiden Estonia: Ukraina Harus Bersama Barat, Bukan Rusia
Mantan Presiden Estonia, Kersti Kaljulaid, menegaskan pentingnya Ukraina berada di pihak Barat dalam isu keanggotaan Uni Eropa dan keamanan kawasan.
Dalam pernyataannya pada Rabu, Kaljulaid menyoroti kekuatan industri dan militer Ukraina yang dinilai sangat strategis bagi masa depan Eropa.
“Pertanyaannya adalah: Ukraina adalah kekuatan militer dengan kemampuan produksi militer yang sangat besar. Di tangan siapa kemampuan itu harus berada? Di tangan Rusia atau tangan Barat? Selesai. Ini pertanyaan kita,” katanya.
Ia juga memperingatkan bahwa jika Ukraina kembali berada di bawah pengaruh Moskow, kemampuan industri pertahanan negara itu dapat kembali dimanfaatkan untuk kepentingan Rusia seperti pada era Uni Soviet.
“Memiliki warga Ukraina bersama kita sangat penting, karena bayangkan mereka mulai membangun semua hal ini untuk Rusia, bukan untuk kita,” tambah Kaljulaid.
Pengadilan Uni Eropa Izinkan Pembekuan Aset Terkait Warga Rusia yang Disanksi
Mahkamah Kehakiman Uni Eropa memutuskan bahwa aset yang berkaitan dengan warga Rusia yang masuk daftar sanksi tetap dapat dibekukan, meskipun aset tersebut dimiliki melalui struktur perwalian atau kepemilikan tidak langsung.
Putusan pada Kamis itu memperkuat kewenangan negara-negara Uni Eropa dalam menyita aset yang diduga terkait individu Rusia yang dikenai sanksi akibat perang Ukraina.
Kasus tersebut berkaitan dengan penyitaan perusahaan dan kapal pesiar di Italia yang dimiliki melalui struktur kepemilikan kompleks berbentuk perwalian. Perusahaan terkait sempat menggugat keputusan penyitaan, namun pengadilan menolak gugatan tersebut.