Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jelang KTT Uni Eropa-Tiongkok, Delegasi Didorong Bahas Isu Hak Asasi Manusia

Konferensi Uni Eropa-China di Beijing digelar pada 24 Juli 2025 untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua pihak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Jelang KTT Uni Eropa-Tiongkok, Delegasi Didorong Bahas Isu Hak Asasi Manusia
China Daily
KTT Uni Eropa-China ke-25 berlangsung di Beijing pada 24 Juli 2025 untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua pihak. Pertemuan tingkat tinggi tersebut dipersingkat menjadi satu hari di tengah tingginya ketegangan perang dagang serta defisit perdagangan. 

Ringkasan Berita:
  • Organisasi HAM mendesak Uni Eropa memprioritaskan isu HAM dalam hubungan dengan China menjelang kunjungan delegasi Parlemen Eropa ke Beijing.
  • Mereka meminta penyelidikan atas nasib 40 warga Uighur, dukungan terhadap investigasi PBB, serta pembebasan tahanan politik di China.
  • Kunjungan Uni Eropa ke China fokus pada perdagangan digital dan persaingan industri, namun isu HAM dinilai belum menjadi perhatian utama.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah organisasi hak asasi manusia (HAM) mendesak Uni Eropa untuk menempatkan isu HAM sebagai prioritas utama dalam hubungan dengan China menjelang rangkaian pertemuan tingkat tinggi dan kunjungan delegasi Parlemen Eropa ke Beijing.

Dikutip dari Jurist News, Minggu (24/5/2026), kelompok organisasi HAM internasional mengeluarkan surat terbuka bersama pada Rabu, 20 Mei 2026, menjelang konferensi Uni Eropa-China di Beijing pada 24 Juli 2025 untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua pihak.

“Mendesak para anggota Parlemen Eropa untuk menempatkan hak asasi manusia sebagai pusat perhatian,” tulis peneliti Fakultas Hukum Universitas Tirana, Paola Koci.

Dalam surat tersebut, organisasi-organisasi HAM menilai Uni Eropa terlalu memprioritaskan kepentingan bisnis dibanding perlindungan hak asasi manusia dalam hubungannya dengan Beijing.

Mereka menyebut hubungan ekonomi Eropa dengan China saat ini bergantung pada “model ekonomi dengan hak-hak rendah” yang dinilai berdampak pada para pekerja di China.

Surat itu juga mendesak anggota Parlemen Eropa untuk menyelidiki nasib 40 warga Uighur yang dideportasi, mendukung penyelidikan PBB terhadap dugaan pelanggaran HAM, serta menyerukan pembebasan tahanan politik.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, organisasi HAM meminta para pejabat Eropa mengeluarkan pernyataan publik yang mendukung para korban pelanggaran HAM.

Kelebihan kapasitas industri China

Delegasi Parlemen Eropa ke China kali ini menjadi kunjungan pertama dalam delapan tahun terakhir dan diumumkan secara resmi pada Maret lalu.

Tujuan utamanya adalah membahas tantangan bersama di bidang digital dan perdagangan elektronik, sekaligus mendorong persaingan yang dianggap lebih adil antara Uni Eropa dan China.

Kunjungan resmi pertama berlangsung pada 31 Maret hingga 2 April 2026 dengan fokus pada ekonomi digital.

Beberapa isu yang dibahas antara lain persaingan dengan raksasa teknologi China seperti Alibaba, Temu, dan Shein.

Pertemuan penting berikutnya adalah Konferensi Uni Eropa-China Kedua yang digelar di Beijing pada 12 Mei lalu.

Dalam konferensi tersebut, perhatian utama tertuju pada kelebihan kapasitas industri China serta dukungan ekonomi dan teknologi Beijing terhadap Rusia dalam perang di Ukraina.

Meski isu HAM turut dibahas dalam forum tersebut, pembahasannya disebut hanya menjadi bagian dari agenda 'hubungan politik' dan bukan topik khusus tersendiri.

Pendekatan itu memicu kritik dari organisasi-organisasi HAM.

Jelang KTT Uni Eropa-China

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas