Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Dilaporkan Pasang Badan Bela PM Jepang Sanae Takaichi dari Xi Jinping

Trump juga dikabarkan secara khusus menelepon Sanae Takaichi saat berada di pesawat dalam perjalanan pulang dari KTT di China pada 14-15 Mei lalu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Trump Dilaporkan Pasang Badan Bela PM Jepang Sanae Takaichi dari Xi Jinping
Asahi
TRUMP DI JEPANG - PM Jepang Sanae Takaichi (kiri) mengangkat tangan kanannya) bersama Presiden AS Donald Trump dan disambut meriah para tentara AS di pangkalan militer Yokosuka kemarin (28/10/2025) sore. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan membela Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, dari kritik Presiden China, Xi Jinping dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar selama dua hari di Beijing pada 14 hingga 15 Mei 2026 lalu. 

Hal ini yang diduga membuat Sanae Takaichi ikut merujuk sosok Trump yang dinilainya telah memberikan dukungan yang sangat luar biasa bagi Jepang dalam pidatonya kala itu.

Tak heran, langkah Trump ini langsung disambut gembira dan dipuji sebagai sebuah "prestasi diplomatik" oleh pemerintahan Jepang.

Menanggapi kedekatan pihak Amerika Serikat dan Jepang tersebut, China pun merespons dengan cerita yang berbeda. 

Pada konferensi pers yang digelar pada Senin (25/5/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, membantah keras laporan tersebut.

Menurut Mao Ning, cerita tentang Trump yang membela Takaichi di dalam pertemuan itu sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh pihak China mengenai situasi yang sebenarnya terjadi.

Jalan Terjal Hubungan Jepang dan China

Baca juga: Kasus HAM Cina Terkatung-katung Usai KTT Trump–Xi

Walaupun tensi politik masih terasa kental, Tokyo sebenarnya tetap berusaha mencari celah untuk membuka dialog dengan Beijing. 

Salah satu bentuk pendekatan ini ditunjukkan Takaichi saat ia mengirimkan pesan dukacita secara langsung kepada Xi Jinping atas tragedi ledakan gas di sebuah tambang batu bara di Provinsi Shanxi.

Rekomendasi Untuk Anda

Melalui akun media sosial X miliknya, Takaichi juga mengungkapkan rasa sedihnya yang mendalam atas musibah tersebut.

Di samping itu, kedua negara juga sedang mencoba menjajaki komunikasi menjelang KTT pemimpin APEC di Shenzhen pada bulan November mendatang.

Sayangnya, jalan menuju perbaikan hubungan masih sangat terjal.

Pada 22 Mei lalu, Menteri Ekonomi Jepang Ryosei Akazawa memang sempat berbincang santai dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di sela-sela pertemuan APEC di Suzhou.

Namun, saat pihak Jepang meminta pertemuan bilateral secara resmi, permintaan tersebut belum dipenuhi oleh China.

Kakunya hubungan China dan Jepang ini juga diperkuat dari pernyataan seorang sumber Asahi Shimbun dari pihak pemerintahan Beijing pada Kamis (28/5/2026).

Sumber tersebut menyebutkan bahwa selama Takaichi tidak mencabut pernyataannya soal Taiwan di parlemen, China tidak akan mengubah sikap kerasnya. 

(Tribunnews.com/Bobby)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas