Rusia Ancam Serangan Besar tapi Tak Kunjung Terjadi, Ukraina Sebut Ini Permainan Psikologis
Para pejabat Ukraina menganggap Rusia mungkin menunda serangannya untuk meningkatkan tekanan psikologis terhadap warga Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
"Ini adalah instruksi presiden – untuk mencoba mengakhiri perang ini sesegera mungkin. Sebaiknya sebelum musim dingin. Sebagai kepala Kantor Presiden, saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh presiden Ukraina. Ini benar-benar tepat, tepat waktu, dan telah dipikirkan dengan matang," kata Budanov, Senin.
Ia mengatakan sudah ada tanda-tanda nyata penghentian permusuhan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Pernyataan itu muncul setelah Zelenskyy kembali mendorong dimulainya pembicaraan damai dengan Rusia sebelum musim dingin tiba. Ia menilai posisi Ukraina saat ini lebih baik dibanding sebelumnya sehingga dapat menjadi modal penting dalam proses perundingan.
Seorang komandan senior Ukraina bahkan menyebut negaranya memiliki waktu sekitar enam bulan untuk memperkuat posisi di medan perang sebelum memasuki tahap negosiasi yang lebih serius.
Budanov juga mengungkapkan bahwa delegasi Amerika Serikat diperkirakan akan mengunjungi Moskow dan Kyiv dalam waktu dekat guna mendukung upaya diplomasi, meskipun ia tidak menjelaskan detail agenda kunjungan tersebut.
Rusia Luncurkan Serangan Besar ke Kyiv, Warga Diminta Berlindung
Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan besar-besaran Rusia pada Selasa pagi. Otoritas setempat segera mengeluarkan peringatan kepada warga untuk mencari tempat perlindungan dari ancaman rudal dan drone.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, melaporkan sejumlah kebakaran terjadi akibat puing-puing rudal yang jatuh. Sebuah gedung apartemen sembilan lantai terbakar setelah bagian atapnya terkena serpihan rudal.
Selain itu, beberapa kendaraan di Distrik Obolon juga dilaporkan terbakar akibat jatuhnya puing-puing serangan.
Jurnalis Reuters dan AFP di lokasi melaporkan bahwa sistem pertahanan udara Ukraina aktif bekerja untuk menghadang serangan tersebut. Presiden Zelenskyy sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan adanya serangan besar Rusia dan meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan peringatan serangan udara.
Prancis Tahan Kapal Tanker yang Diduga Bagian dari "Armada Bayangan" Rusia
Prancis menahan sebuah kapal tanker minyak bernama Tagor yang diduga merupakan bagian dari "armada bayangan" Rusia yang digunakan untuk menghindari sanksi internasional.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kapal tersebut ditahan di Samudra Atlantik, lebih dari 740 kilometer di barat Brittany, dengan bantuan Inggris dan sejumlah mitra internasional lainnya.
Kapal tersebut diketahui berangkat dari Murmansk, Rusia, dan diduga menggunakan bendera Kamerun palsu saat menuju Afrika.
Pemerintah Prancis menegaskan kapal itu akan diperiksa lebih lanjut karena dicurigai melanggar hukum maritim internasional.
Macron menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan sesuai hukum laut internasional dan bertujuan mencegah upaya penghindaran sanksi yang dapat membantu pembiayaan perang Rusia di Ukraina.
Sementara itu, Rusia mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pembajakan.