Perang Iran Sedot Stok Rudal Patriot, Rusia Manfaatkan Celah Pertahanan Ukraina
Perang Iran menguras stok rudal Patriot hingga sepertiga. Rusia manfaatkan celah itu untuk gempur Ukraina.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Endra Kurniawan
Lockheed Martin saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 600 rudal Patriot per tahun.
Jumlah itu dinilai jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan Ukraina, negara-negara NATO, dan sekutu AS di Timur Tengah secara bersamaan.
Perusahaan memang telah mengumumkan rencana untuk melipatgandakan produksi.
Namun, para analis menilai peningkatan kapasitas tidak bisa dilakukan dalam hitungan bulan.
"Jika ingin meningkatkan kemampuan produksi, prosesnya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Karena itu kita kemungkinan akan menghadapi kekurangan pasokan selama dua hingga tiga tahun ke depan," kata Cancian.
Baca juga: Rusia Luncurkan 656 Drone dan 73 Rudal ke Ukraina, 9 Tewas dalam Serangan Terbesar Tahun Ini
Laporan audit CSIS yang dirilis pekan lalu bahkan menyebut waktu yang diperlukan untuk membangun kembali stok rudal menjadi salah satu kekhawatiran terbesar bagi militer AS dan sekutunya.
Ukraina Hadapi Ancaman yang Semakin Besar
Para pengamat menilai Rusia sudah memahami situasi tersebut.
Profesor Studi Strategis Universitas St Andrews, Phillips O'Brien, mengatakan peningkatan serangan Rusia kemungkinan dilakukan dengan asumsi bahwa Ukraina tidak memiliki cukup rudal Patriot untuk mencegat seluruh ancaman yang datang.
"Saya pikir peningkatan besar serangan terhadap jaringan listrik dan pemanas Ukraina dilakukan dengan pengetahuan bahwa Ukraina mengalami kekurangan Patriot yang serius," katanya.
Juru bicara Angkatan Udara Ukraina Yuri Ignat mengakui negaranya berada dalam posisi sulit.
"Jika kita berbicara tentang ancaman rudal balistik, selain Patriot saat ini tidak ada sistem lain di Ukraina yang mampu menembak jatuh rudal balistik," ujarnya.
"Karena itu kami menghadapi situasi yang sangat problematis terkait persediaan rudal."
Baca juga: Malam Mencekam di Ukraina, Rusia Luncurkan Serangan Besar ke Kyiv, Dnipro, Kharkiv
Ketika Rusia terus mengancam akan meluncurkan serangan sistematis terhadap Kyiv dan pusat-pusat pemerintahan Ukraina, krisis Patriot kini tidak lagi sekadar persoalan logistik.
Krisis tersebut telah berubah menjadi faktor strategis yang berpotensi menentukan keseimbangan perang dalam beberapa bulan mendatang.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)