Mengapa AS Melancarkan Serangan ke Pulau Qeshm di Selat Hormuz?
AS menyerang kapal tanker dan fasilitas militer Iran di Pulau Qeshm, sementara Iran membalas ke target yang terkait dengan AS
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
Pulau Qeshm telah menjadi pusat operasional yang mendukung upaya tersebut.
Karena lokasinya yang dekat dengan jalur air sempit yang memisahkan pulau itu dari daratan Iran, Teheran mampu mengendalikan pergerakan kapal di kawasan tersebut.
Para pejabat AS memandang serangan terhadap infrastruktur militer di Qeshm sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memulihkan kebebasan navigasi melalui salah satu koridor maritim terpenting secara ekonomi di dunia.
Pakar: Peluang Perdamaian Masih Tipis
Alan Eyre, mantan diplomat AS dan peneliti di Middle East Institute, mengatakan bahwa berakhirnya konflik antara AS dan Iran tidak serta-merta menghadirkan perdamaian di kawasan.
“Mereka [Iran] telah diserang dua kali. Mereka berpikir Israel berusaha menggulingkan rezim dan AS ingin melakukan hal yang sama. Jadi tidak akan ada perdamaian. Yang terbaik yang akan kita dapatkan adalah gencatan senjata yang diperpanjang,” kata Eyre kepada Al Jazeera.
"Iran akan tetap dalam keadaan siaga perang, akan membangun kembali militer dan persenjataan rudalnya, dan kemungkinan akan mencoba memperoleh senjata nuklir, yang tidak terjadi sebelum perang,” tambahnya.
Sebelum konflik, Iran dianggap sebagai "negara ambang nuklir" yang tidak secara aktif mengejar kepemilikan senjata nuklir, kata Eyre.
Namun, menurutnya, pendekatan garis keras AS telah mengubah perhitungan tersebut.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)