5 Populer Internasional: DPR AS Batasi Perang Iran - Trump Bicara Kemungkinan Bertemu Mojtaba
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya DPR AS meloloskan War Powers Resolution untuk membatasi kewenangan perang Trump terhadap Iran
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, terlibat dalam negosiasi untuk kesepakatan mengakhiri perang.
Donald Trump menambahkan bahwa dia ingin bertemu dengan Mojtaba Khamenei “suatu saat nanti.”
“Dia terlibat, tentu saja. Ya, saya pikir mereka sangat menghormatinya,” kata Trump tentang Khamenei, Rabu (3/6/2026), dilansir Anadolu Agency.
“Kita mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan,” jelasnya dalam sebuah wawancara dengan Pod Force One.
Presiden AS juga mengatakan Iran telah setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir, dengan alasan “itu adalah hal yang besar.”
“Kita tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir. Mereka sudah setuju bahwa mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan mereka bisa berubah pikiran, tetapi itu adalah salah satu hal yang harus mereka setujui, dan itu adalah hal yang sangat penting,” tambah Trump.
Adapun AS dan Israel mengatakan program nuklir Iran dan "menghilangkan ancaman nyata dari rezim Iran" adalah alasan utama untuk melancarkan perang pada 28 Februari 2026.
Trump Klaim Negosiasi Berjalan Baik
Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa negosiasi dengan Iran berjalan "dengan sangat baik."
Saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump ditanya apakah gencatan senjata yang melibatkan Iran masih berlaku setelah perkembangan terkini.
4. Rupiah Jatuh ke Rekor Terendah, Media Internasional Pertanyakan Arah Kebijakan Ekonomi RI
Pelemahan rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam sejarah memicu sorotan luas media internasional.
Al Jazeera dalam artikel berjudul "Indonesia's Rupiah Falls to Record Low Against US Dollar" melaporkan rupiah menyentuh level 18.028 per dolar AS di tengah lonjakan harga energi akibat perang AS-Israel-Iran yang membebani negara-negara pengimpor energi di Asia Tenggara.
Media berbasis Qatar itu mengutip Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, yang menyebut level Rp18.000 sebagai "ambang batas psikologis" bagi investor.
Menurut Josua, pelemahan rupiah dipicu meningkatnya permintaan dolar AS akibat kenaikan harga minyak serta menyusutnya surplus perdagangan Indonesia.
"Pasokan dolar dari perdagangan barang semakin berkurang, sementara kebutuhan dolar untuk impor energi, bahan baku, dividen, pembayaran utang luar negeri, dan kebutuhan musiman tetap signifikan," kata Josua kepada AFP seperti dikutip dari Al Jazeera.