5 Populer Internasional: DPR AS Batasi Perang Iran - Trump Bicara Kemungkinan Bertemu Mojtaba
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya DPR AS meloloskan War Powers Resolution untuk membatasi kewenangan perang Trump terhadap Iran
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ia menilai kenaikan suku bunga dan intervensi Bank Indonesia belum cukup untuk membalikkan tren depresiasi rupiah.
Sementara itu, Channel News Asia (CNA) dalam artikel "Indonesia Rupiah Hits Record Low Against US Dollar" melaporkan rupiah telah melemah lebih dari 7 persen sepanjang tahun ini dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia menurut data Bloomberg.
CNA menyebut kekhawatiran pasar meningkat karena Indonesia merupakan pengimpor minyak bersih yang sangat rentan terhadap lonjakan harga energi global.
5. Trump Kena Teguran Langka dari DPR AS Buntut Perang Iran Telan Biaya 29 Miliar Dolar AS
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) melayangkan teguran politik yang jarang terjadi kepada Presiden Donald Trump.
Untuk pertama kalinya sejak perang Iran dimulai, DPR berhasil mengesahkan resolusi yang bertujuan membatasi kewenangan Trump menggunakan kekuatan militer tanpa persetujuan Kongres, dikutip dari Al Jazeera.
Resolusi tersebut lolos dengan hasil 215 suara berbanding 208 dalam pemungutan suara yang digelar Rabu (3/6/2026) waktu Washington, Associated Press melaporkan.
Empat anggota Partai Republik membelot dan bergabung dengan Partai Demokrat untuk mendukung langkah tersebut.
The New York Times melaporkan bahwa pemungutan suara ini menjadi pukulan politik simbolis bagi Trump di tengah konflik Iran yang mendekati hari ke-100.
Perang Iran Picu Perlawanan di Kongres
Resolusi itu muncul setelah Trump memutuskan membawa AS bergabung dalam serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Keputusan tersebut dilakukan tanpa meminta persetujuan resmi dari Kongres.
Langkah Trump sejak awal menuai kritik karena Konstitusi AS memberikan kewenangan kepada Kongres untuk menyatakan perang.
Dilansir The Guardian, anggota Kongres dari Partai Demokrat, Gregory Meeks, yang memimpin pengajuan resolusi itu, menyebut konflik tersebut sudah berlangsung terlalu lama.
"Sudah cukup," kata Meeks saat debat di DPR.
"Sudah saatnya presiden melakukan hal yang benar," lanjutnya.
(Tribunnews.com)