Iran dan AS Saling Klaim Isi Deal Selat Hormuz Versi Masing-masing
Meski dikabarkan segera berdamai , baik AS dan Iran saling "membocorkan" isi kesepakatan mereka dengan versi masing-masing yang tuai aksi saling kecam
Penulis:
Bobby W
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ringkasan Berita:
- AS dan Iran diprediksi akan mencapai kesepakatan resmi paling lambat awal pekan depan, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade pelabuhan, dan perpanjangan gencatan senjata 60 hari
- Kabar ini telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator, Menlu Iran Abbas Araghchi, serta Presiden AS Donald Trump
- Meski demikian, kedua belah pihak "membocorkan" isi kesepakatan mereka dengan versi masing-masing yang menuai aksi saling kecam
TRIBUNNEWS.COM - Kabar terkait kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran diprediksi akan segera terwujud dalam beberapa hari ke depan.
Hal ini terjadi menyusul adanya nota kesepahaman untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Berbeda dari sentimen-sentimen sebelumnya, kabar kali ini diamini oleh pernyataan dari kedua belah pihak baik dari AS maupun Iran.
Kesepakatan ini dibenarkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama.
Pada hari Jumat (12/6/2026) Sharif bahkan mengatakan bahwa teks final terkait kesepakatan AS-Iran telah tercapai.
"Perdamaian belum pernah sedekat sekarang." ungkap Sharif melalui unggahannya di platform X.
Berdasarkan draf awal yang beredar dari berbagai sumber diplomatik, nota kesepahaman ini akan langsung membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan memulihkan pelayaran prapengiriman dalam waktu kurang lebih 30 hari.
Kesepakatan ini juga mencakup perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari dan penghentian pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Kabar Dibenarkan Iran
Baca juga: 14 Poin yang Akan Disepakati AS dan Iran untuk Mengakhiri Perang dalam Waktu Dekat
Pihak Iran sendiri tak membantah kabar bahwa kedua belah pihak tampaknya segera mencapai kesepakatan.
Di dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut bisa saja terjadi dalam 1 atau 2 hari ke depan
"Saya penuh harapan akan hal itu." ungkap Araghchi dalam wawancara yang juga diunggahnya ke platform X tersebut.
Meski demikian, saat berbicara di stasiun televisi pemerintah Iran, Araghchi memaparkan sejumlah ketentuan yang tampaknya berbeda dari draf awal.
Araghchi menegaskan bahwa Iran nantinya akan mengenakan biaya layanan bagi kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.
Ia mengatakan bahwa Iran akan tetap memegang kendali atas jalur air tersebut dan memungut biaya atas "layanan yang diberikan."