Harga Minyak Turun 4 Persen usai Iran-AS Sepakati Pembukaan Selat Hormuz
Harga minyak dunia turun tajam setelah Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan awal terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Harga minyak Brent dan WTI turun sekitar 4 persen setelah Iran dan AS menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Kesepakatan mencakup penghentian operasi militer, pencabutan blokade laut terhadap Iran, serta negosiasi lanjutan soal sanksi dan program nuklir.
- Presiden AS Donald Trump menyebut perjanjian itu sebagai terobosan penting untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia turun tajam pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan kerangka kerja terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan pengurangan pembatasan maritim di kawasan Timur Tengah.
Penurunan harga minyak terjadi setelah pasar menilai risiko gangguan pasokan energi global mulai mereda seiring tercapainya kesepakatan awal antara kedua negara.
Minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun sekitar 4 persen.
Para pelaku pasar bereaksi positif terhadap kemungkinan pulihnya arus distribusi minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling strategis di dunia.
Analis menilai penurunan tersebut mencerminkan meredanya premi risiko geopolitik yang selama beberapa bulan terakhir membebani pasar energi global akibat meningkatnya tensi antara Iran dan AS.
Sebelumnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan telah merampungkan nota kesepahaman mengenai negosiasi akhir perang Iran-AS pada 14 Juni 2026, mengutip Al Mayadeen, Senin (15/6/2026).
Negosiasi Termasuk untuk Lebanon hingga Selat Hormuz
Baca juga: PM Inggris Keir Starmer Sambut Perjanjian Damai Iran-AS, Fokus pada Pembukaan Selat Hormuz
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan seluruh operasi militer di berbagai wilayah, termasuk Lebanon, akan dihentikan secara permanen.
“Semua operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon, akan segera berhenti dan secara permanen,” demikian pernyataan pihak Iran.
Iran juga memastikan blokade angkatan laut terhadap negaranya akan dicabut tanpa penundaan, yang dinilai menjadi perubahan besar dalam pengaturan keamanan maritim di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyatakan perjanjian dengan Iran telah selesai dan menyebutnya sebagai terobosan strategis.
“Selat Hormuz akan bebas secara permanen,” kata Trump.
Ia menyebut kesepakatan tersebut berhasil mencegah eskalasi konflik lebih jauh dan membuka babak baru hubungan antara Washington dan Teheran.
Negosiasi teknis lanjutan dijadwalkan berlangsung di Swiss menjelang penandatanganan resmi pada 19 Juni mendatang.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya turut berperan sebagai mediator bersama Qatar, Arab Saudi, dan Turki.