Prancis Tutup Stan Senjata Israel di Paris, Ketegangan Diplomatik Meledak
Prancis tutup 12 stan perusahaan senjata Israel di Paris. Ketegangan diplomatik memanas usai pembatasan produk militer Israel di Eurosatory.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Prancis menutup 12 stan perusahaan pertahanan Israel di pameran senjata Eurosatory 2026 di Paris
- Prancis membatasi partisipasi Israel dengan melarang pameran senjata ofensif dan hanya mengizinkan produk pertahanan udara serta rudal balistik dipamerkan di ajang internasional tersebut.
- Israel mengecam keputusan Prancis sebagai tindakan tidak adil dan diskriminatif, sementara pengamat menilai langkah itu mencerminkan ketegangan politik yang semakin tajam terkait konflik Palestina-Israel.
TRIBUNNEWS - Pemerintah Prancis resmi menutup sejumlah stan perusahaan pertahanan Israel dalam pameran senjata internasional Eurosatory 2026 yang digelar di Paris.
Keputusan tersebut semakin memperlihatkan memanasnya hubungan diplomatik antara Prancis dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Mengutip dari AFP, Selasa (16/6/2026), penutupan stan dilakukan di tengah memburuknya hubungan bilateral kedua negara, terutama setelah Prancis sebelumnya mengambil langkah kontroversial dengan mengakui kedaulatan negara Palestina pada tahun lalu.
Kebijakan tersebut sempat memicu reaksi keras dari pemerintah Israel dan memperbesar ketegangan politik di antara keduanya.
Penyelenggara pameran Eurosatory, Coges Events, menyatakan bahwa penutupan dilakukan karena sejumlah perusahaan pertahanan Israel dinilai tidak memenuhi persyaratan partisipasi yang telah ditetapkan oleh otoritas Prancis.
Selain itu pembatasan dilakukan lantaran pemerintah Prancis kini menerapkan pengetatan terhadap keterlibatan perusahaan pertahanan Israel dalam ajang pameran internasional tersebut.
“Akibatnya, 12 stan terpaksa ditutup,” ujar Kepala Coges Events, Charles Beaudouin.
Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian internasional karena Eurosatory merupakan salah satu pameran pertahanan terbesar di dunia yang mempertemukan perusahaan-perusahaan industri militer dari berbagai negara.
Prancis Batasi Produk Pertahanan Israel
Menurut pihak penyelenggara, Prancis melarang pameran senjata ofensif Israel dalam edisi Eurosatory 2026.
Pemerintah Prancis hanya mengizinkan perusahaan Israel memamerkan peralatan yang berkaitan dengan sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal balistik.
Baca juga: Media Israel: Netanyahu Gagal Total Dalam Serangan ke Iran!
Kebijakan tersebut dianggap sebagai bentuk pembatasan terhadap industri pertahanan Israel di forum internasional.
Meski beberapa perusahaan besar seperti Israel Aerospace Industries dan Rafael masih membuka stan, mereka tidak menampilkan model senjata ofensif kepada publik seperti peserta lain dari negara berbeda.
Merespon keputusan ini Kementerian Pertahanan Israel langsung mengecam pemerintah Prancis. Dalam pernyataannya, Israel menilai langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak adil terhadap perusahaan-perusahaan pertahanan mereka.
Pemerintah Israel mengklaim bahwa seluruh perusahaan yang ikut dalam pameran sebenarnya telah memenuhi persyaratan yang diminta oleh otoritas Prancis.
Kementerian Pertahanan Israel bahkan menuduh Prancis berusaha menghalangi dunia internasional melihat kemajuan teknologi pertahanan Israel.