Sarmuji: Keterlibatan Negara-Negara Muslim Kunci Tercapainya Perdamaian AS-Iran
Sarmuji menilai kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi bukti diplomasi tetap menjadi jalan efektif untuk menyelesaikan konflik.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Malvyandie Haryadi
Tersumbatnya Selat Hormuz beberapa waktu lalu membuktikan bahwa Indonesia tidak boleh lengah dan terlalu bergantung pada suplai energi dari satu kawasan saja.
Kesepakatan Damai
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah disetujui pada Minggu (14/6/2026).
Kesepakatan tersebut, yang dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, akan mengakhiri permusuhan antara Iran dan AS.
Donald Trump mengatakan kesepakatan itu memungkinkan pengiriman bebas bea melalui Selat Hormuz, yang sebagian besar telah ditutup sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” ungkap Trump di Truth Social, Minggu.
“Selamat kepada semuanya! Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tegasnya.