Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lawan Faktor U

5 Langkah Mudah Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis

Faktor U tidak dapat dihindari dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif, salah satunya osteoporosis.

5 Langkah Mudah Cara Mencegah Penyakit Osteoporosis
Shutterstock
Ilustrasi lansia mengalami osteoporosis. 

TRIBUNNEWS.COM - Setiap orang ingin melewati masa tuanya dengan bahagia dan sehat. Namun, seiring bertambahnya usia, sel-sel organ atau sistem tubuh ternyata ikut mengalami penuaan sehingga  faktor U tidak dapat dihindari dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif, salah satunya osteoporosis

International Osteoporosis Foundation (IOF) menjelaskan bahwa osteoporosis atau tulang keropos merupakan penyakit dengan kondisi kepadatan dan kualitas tulang menurun, sehingga lebih rapuh dan risiko patah tulang pun meningkat.

Penyakit tulang keropos ini tidak hanya bisa menjangkit para lansia, melainkan juga mereka yang masih muda. Hanya saja mereka yang berusia di atas 50 tahun, berisiko lebih tinggi terkena osteoporosis.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena osteoporosis. Mulai dari faktor genetik, gaya hidup, radikal bebas, hingga faktor usia dan perubahan hormonal seperti menopause pada wanita. 

Meski demikian, bukan berarti Anda tidak bisa menghindarinya. Untuk itu, berikut cara mencegah penyakit osteoporosis.

Berjemur sinar matahari

Sinar matahari merupakan salah satu sumber vitamin D yang sangat baik untuk tubuh dan memberikan banyak manfaat termasuk dalam meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang, meningkatkan pertumbuhan sel tulang, dan mengurangi peradangan.

Dengan berjemur sekitar 15-20 menit, tubuh bisa menyerap vitamin D dari sinar matahari pagi sehingga dapat membantu mengurangi risiko penyakit pengeroposan tulang seperti osteoporosis.

Rutin melakukan aktivitas fisik

Berdasarkan sejumlah penelitian, gaya hidup sedentari atau kurang melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko pengeroposan tulang.

Untuk itu, para peneliti menyarankan untuk rutin berolahraga sehingga dapat meningkatkan kepadatan tulang. Beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan seperti berjalan santai, menahan beban, dan latihan kekuatan keseimbangan dapat mendukung kesehatan tulang.

orangtua berolahraga
Ilustrasi lansia melakukan olahraga.

Jika sebelumnya Anda sudah pernah mengalami patah tulang, sebaiknya hindari melakukan aktivitas yang berat. Bila perlu, konsultasikan dahulu dengan dokter, olahraga apa yang baik untuk Anda.

Deteksi jika terjadi gejala

Melansir dari healthline.com, pada kebanyakan kasus, orang dengan osteoporosis tidak menyadari bahwa mereka mengidap kondisi tersebut sampai mereka mengalami patah tulang.

Karena cenderung terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun dan tanpa terdapat gejala yang jelas, perlu untuk mendeteksinya sedini mungkin.

Beberapa gejala yang mungkin bisa membantu Anda mendeteksi osteoporosis di antaranya mengalami sakit punggung berkepanjangan, kuku yang rapuh, serta melemahnya kekuatan menggenggam atau mencengkeram.

Selain itu, jika keluarga memiliki riwayat osteoporosis, Anda juga bisa menginformasikan hal tersebut kepada dokter saat melakukan pemeriksaan osteoporosis.

Hindari risiko terjatuh

Seiring pertambahan usia, kepadatan tulang yang berkurang dan kehilangan kontrol keseimbangan meningkatkan risiko pada lansia untuk mengalami patah tulang apabila terjatuh.

Mengutip dari Klikdokter.com, Anda bisa menyiasati risiko terjatuh tersebut dengan melakukan pemeriksaan mata secara teratur, memasang pegangan di kamar mandi, memastikan berada pada ruang yang cukup cahaya, serta tak lupa untuk melakukan aktivitas fisik yang membantu keseimbangan.

Memenuhi asupan kalsium

Disamping vitamin D, kalsium juga merupakan nutrisi penting yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kalsium bermanfaat untuk menjaga kesehatan otot, jantung, serta saraf.

Untuk mencegah osteoporosis, usia dewasa (19-50 tahun) dan orang tua (51-70 tahun) membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium/hari. Sementara itu, untuk orang yang berusia 71 tahun ke atas membutuhkan asupan kalsium yang lebih besar, yaitu sekitar 1.200 mg/hari.

(dok. KALCare)

Untuk mencukupi banyaknya jumlah kalsium yang diperlukan tubuh, Anda dapat memperolehnya dari beragam makanan seperti brokoli, keju hingga jika butuh yang mudah dan praktis dari Entrasol Gold.

Entrasol Gold susu tinggi kalsium dengan ekstrak buah zaitun (hytolive) yang membantu menangkal radikal bebas, dan juga dilengkapi dengan omega 3 6 plus ProFit Formula untuk membantu mengatasi osteoporosis serta berbagai keluhan akibat Faktor U (Faktor Usia).

Entrasol Gold dapat membantu melindungi organ tubuh Anda dari penyakit degeneratif seperti osteoporosis, penyakit jantung koroner, rematik, atau cepat lelah. Entrasol Gold juga tersedia dalam varian rasa cokelat, original dan vanilla sehingga lebih nikmat ketika mengonsumsinya.

Yuk, hidup bebas osteoporosis dengan mulai menerapkan tips mudah di atas!

Penulis: Nurfina Fitri Melina/Editor: Dana Delani

Ikuti kami di
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas