Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kemandirian Ekonomi Indonesia Untuk Jawab Tantangan dan Persaingan Era Global

Rembuk ini merupakan ajang diskusi dan evaluasi mengenai implementasi Gerakan Indonesia Mandiri yang dipimpin oleh Kemenko PMK.

Kemandirian Ekonomi Indonesia Untuk Jawab Tantangan dan Persaingan Era Global
Kemenko PMK
Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Mandiri bertemakan “Kemandirian Ekonomi Untuk Indonesia Maju” yang merupakan rangkaian acara Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental diselenggarakan di Hotel Four Points, Manado Sulawesi Utara (27/10/2018). 

“Selain itu, 16 paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Kebijakan ini merupakan langkah nyata dari Gerakan Indonesia Mandiri,” ungkap Susiwijono.

Selain itu, salah satu paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pemerintah juga mencakup layanan kemudahan dalam proses perizinan usaha yaitu online single submissions (OSS).

Melalui OSS ini, segala perizinan investasi dapat dilakukan secara online dan mampu melayani lebih dari 1000 registrasi per hari serta menerbitkan lebih dari 700 Nomor Induk Berusaha (NIB) per-hari.

“Sistem OSS ini melayani perizinan selama 24 jam dalam seminggu dan kami bersyukur dengan adanya sistem ini peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia berhasil meningkat dari peringkat 106 pada tahun 2016 menjadi peringkat 72 pada tahun 2018,” papar Susiwijono.

Untuk meningkatkan kemandirian perekonomian khususnya bagi wanita dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah mengimplementasikan inklusi finansial melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program ini, tingkat inklusi keuangan Indonesia mengalami peningkatan dari 36% pada 2014 menjadi 48,9% pada 2017.

“Inklusi keuangan melalui KUR merupakan langkah strategis untuk meningkatkan untuk semakin mendorong kemandirian ekonomi khususnya bagi wanita dan masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Susi menambahkan bahwa sebagai bagian dari peningkatan kualitas SDM nasional, pendidikan dan pelatihan vokasi juga telah ditingkatkan, baik dari sisi kelembagaan, pemagangan, standar kompetensi, serta link and match vokasi dengan dunia usaha dan industri.

Rembug nasional ini juga menyajikan lima talkshow yang bertemakan Kredit Usaha Rakyat, Pendidikan Vokasional, Infrastruktur, Perhutanan Sosial & Karhutla, serta Online Single Submission (OSS).

Rangkaian talkshow ini menghadirkan panelis dari seluruh deputi di lingkup Kemenko Perekonomian dan masyarakat yang telah merasakan dampak langsung dari berbagai kebijakan pemerintah di sektor ekonomi. (*)

Ikuti kami di
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas