Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Penting! Warita Gay dan 'Straight' Mendapatkan 'Lotre' HIV

Apapun gender dan orientasi seksual Anda, Anda berisiko terinfeksi HIV. Jangan lagi pernah berpikir bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit homoseksual.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ia berpesan, "Sekarang yang penting bagi laki-laki adalah setia pada pasangan. Jika terpaksa melakukan hubungan seks di luar kepatutan, gunakan kondom."

Kurang Memberdayakan Diri

Bagi perempuan heteroseksual, sikap kurang memberdayakan diri menjadi salah satu sebab utama terinfeksi HIV. Perempuan heteroseksual kerap menjadi korban.

Banyak perempuan heteroseksual punya mimpi menikah, punya anak, memiliki satu cinta untuk selamanya. Itu tak salah. Namun, kadang perempuan kurang waspada.

"Tes HIV sebelum menikah. Jangan sampai seperti saya," ujar Anisa, perempuan asal Jakarta yang kini menjadi orang tua tunggal untuk 4 anaknya.

"Kalau memang tahu calon pasangan terinfeksi, pernikahan tetap bisa dilanjutkan. Orang HIV tetap bisa menikah dan punya anak yang negatif," imbuhnya.

Tahun 2008, suami Anisa mengalami penyakit hati. Sang suami pemakai narkoba suntik. Tubuhnya kurus dan sering batuk hingga mengeluarkan lendir berwarna kuning.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemeriksaan HIV mengungkap bahwa suami Anisa HIV positif. Sayang, Anisa kala itu tak langsung memeriksakan diri. Ia baru mengecek status HIV-nya pada tahun 2010, setelah sang suami meninggal.

Sikap mengabaikan dan mengingkari risiko disesalkan Anisa. Karena sikap itu, dia harus melahirkan satu anak dengan HIV beberapa saat sebelum sang suami "pergi".

Pada seluruh perempuan, Anisa berpesan bahwa HIV bisa masuk dalam tubuh siapa pun. Dia bercerita bahwa dirinya pun tak menyangka bisa terinfeksi.

"Sampai saat saya tahu saya positif, saya mengobrak-abrik meja dokter. Saya berteriak, tidak mungkin saya terinfeksi. Saya bukan PSK. Saya malah guru ngaji," ujar Anisa.

 

Mengekspresikan Diri tapi Kurang Informasi

Untuk kalangan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transeksual), sikap mengekspresikan diri yang tak dibarengi dengan memperkaya wawasan kesehatan menjadi isu utama.

Antonio, seorang gay dan HIV Positif dari Jakarta, menceritakan betapa dirinya miskin informasi tentang seks yang aman saat gejolak untuk mengekspresikan diri meluap.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas