Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jepitan Saraf Leher Bagian Tengah Bisa Mengakibatkan Kelumpuhan

Jepitan saraf leher adalah kondisi saat isi dari bantalan tulang leher bocor keluar sehingga menjepit saraf leher

Jepitan Saraf Leher Bagian Tengah Bisa Mengakibatkan Kelumpuhan
net
Syaraf leher kejepit 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir semua orang pasti pernah mengalami nyeri pada leher, mulai dari yang ringan sampai yang parah hingga menganggu aktivitas sehari-hari.

Kebanyakan dari masyarakat sering kali mengabaikan rasa nyeri atau rasa tidak nyaman di bagian lehernya, padahal saat itu tubuh sedang memberikan “alarm” atau tanda bahwa ada yang tidak beres dari tubuh kita.

Tidak menutup kemungkinan bahwa rasa nyeri di leher mengindikasikan saraf terjepit.

Jepitan saraf leher atau yang dikenal sebagai cervical disc herniation adalah kondisi saat isi dari bantalan tulang leher bocor keluar sehingga menjepit saraf leher.

"Jepitan saraf leher umumnya terjadi pada orang yang berusia 30 hingga 50 tahun, namun dapat terjadi juga pada usia yang lebih muda maupun lebih tua," kata dr. Phedy, Sp.OT-K, anggota Sports, Shoulder & Spine Clinic di Siloam Hospitals Kebon Jeruk di Jakarta belum lama ini.

Dikatakannya, jepitan saraf leher dapat terjadi karena adanya riwayat cedera leher, tetapi seringkali terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebab yang jelas.

Keluhan yang terjadi akibat jepitan saraf leher bergantung pada lokasi jepitan.

Baca: Waspadai 4 Gejala Umum Saraf Kejepit, Termasuk Sering Merasa Geli

"Bila jepitan terjadi di pinggir, keluhan yang muncul adalah kaku, nyeri leher yang menjalar, kesemutan, atau rasa lemah pada lengan dan tangan," katanya.

Bila jepitan terjadi di tengah, keluhan yang muncul berupa kehilangan keseimbangan, kaku saat berjalan, rasa lemah pada tungkai sampai gangguan buang air besar dan buang air kecil, bahkan dapat mengakibatkan kelumpuhan secara total.

Untuk membuktikan adanya jepitan saraf leher, dapat dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging  (MRI).

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas