Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Sering Santap Mie Ramen Instan, Ini yang akan Terjadi pada Tubuh

Mirip dengan mi instan, ramen instan merupakan makanan favorit setiap orang. Hal ini dikarenakan ramen instan mudah dibuat, murah, dan enak

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Sering Santap Mie Ramen Instan, Ini yang akan Terjadi pada Tubuh
IST
ramen panas 

Padahal jumlah sodium tersebut belum makanan lain yang kita makan, seperti pizza dan makanan cepat saji lainnya.

Sebab, seperti yang kita tahu bahwa makanan cepat saji memiliki banyak sodium.

CDC memperingatkan, jika kita mengkonsumsi terlalu banyak garam, maka kita dapat meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke dalam jangka panjang.

“Untuk jangka pendeknya, menghirup sodium sebanyak itu bisa menyebabkan retensi air yang serius,” kata White.

Seperti meningkatkan berat badan, merasa kembung, lambat berpikir, dan lesu.

Masalah semakin buruk, jika seseorang memasak ramen instan dengan air yang tidak bersih atau bukan air yang masak.

Akibatnya seseorang bisa mengalami dehidrasi yang nantinya dehidrasi dapat menyebabkan fungsi fisik dan kognitif yang buruk, termasuk masalah ingatan dan fokus.

Rekomendasi Untuk Anda

Ini juga dapat menyebabkan sakit kepala dan sembelit, menurut penelitian dari University of North Carolina.

"Ramen instan juga mengandung MSG dan TBHQ, yang dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan," kata White.

MSG (monosodium glutamat) adalah asam amino non-esensial yang memberi ramen rasa yang memuaskan, kaya umami.

Walau FDA menganggap MSG aman, namun faktanya beberapa orang melaporkan merasa mual, pusing, atau tidak sehat setelah memakannya.

Sama halnya dengan TBHQ. Walau TBHQ juga dianggap aman, tapi jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, maka ia bisa dikaitkan dengan toksisitas otak dan beberapa masalah kesehatan lainnya.

Terakhir, ramen instan juga memiliki karbohidrat yang dalam dosis berat.

Padahal beberapa penelitian telah mengaitkan mengkonsumsi karbohidrat dalam dosis yang tinggi bisa dikaitkan dengan kenaikan besar berat badan dan diabetes tipe-2 di AS.

Namun White menjelaskan bukan berarti ramen adalah makanan yang tidak baik.

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas