Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Cara Melatih Otak untuk Meminimalisir Risiko Pikun di Usia Tua

Seiring bertambahnya usia, daya ingat manusia pasti menurun. Maka seseorang yang telah memasuki usia lanjut (lansia) berpeluang besar pikun.

Cara Melatih Otak untuk Meminimalisir Risiko Pikun di Usia Tua
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Orang tua lanjut usia (lansia) diperiksa kesehatan telinga oleh petugas medis Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat di Parkir Timur Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/7/2018). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat itu, mengusung tema "Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia". (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM - Seiring bertambahnya usia, daya ingat manusia pasti menurun. Maka seseorang yang telah memasuki usia lanjut (lansia) berpeluang besar pikun.

Untuk mengatasi kepikunan agar tidak menjadi parah, ada yang bisa dilakukan oleh para lansia ini yaitu dengan melatih otak mereka.

Dikutip dari npr.org, Jessica Langbaum, spesialis dalam pencegahan alzheimer mengatakan bahwa agar otak tetap tajam dan sehat seseorang harus rutin melatih otot mentalnya.

Ia mengungkapkan, orang-orang yang memiliki banyak interaksi sosial, terutama di usia pertengahan, memiliki risiko yang lebih rendah dari kepikunan di kemudian hari.

Baca: Saat Nenek Pikun Tersesat Hingga 4 Km Dari Rumahnya

Alih-alih menggunakan program pelatihan otak formal, ia hanya menyarankan  melakukan sesuatu hal yang baru dan membuatmu senang karena itu adalah kuncinya.

Jangan lakukan yang membuat kita bosan dan tidak senang, karena itu akan mengurangi daya ingat seseorang.

Berikut latihan otak sederhana untuk lansia yang munkin bisa membuat senang saat melakukannya :

- Buat peta 

Ketika seseorang sering bepergian ke tempat-tempat baru, tentunya ia juga akan mempelajari jalanan yang baru saja ia lewati hingga ia sampai pada tujuannya.

Baca: Tanda-tanda Berbahaya Bagi Penderita Diabetes yang Jalankan Puasa

Dengan berlatih membuat peta sesuai dengan tempat-tempat baru yang dikunjungi tersebut tentunya ia akan dituntut untuk berpikir dan mengingat-ingat nama jalan, gang, serta nama tempat yang digunakan sebagai acuan agar sampai pada tujuan.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Grid.ID
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas