Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ginjal Bisa Rusak karena Banyak Minum? Berapa Takaran yang Pas? Simak Kata Ahli Kesehatan

Memang benar, kebiasaan yang salah dalam meminum air putih bukannya menjaga ginjal tetap sehat, justru memperburuk fungsi ginjal.

Ginjal Bisa Rusak karena Banyak Minum? Berapa Takaran yang Pas? Simak Kata Ahli Kesehatan
Kompas.com
Ilustrasi minum air. 

TRIBUNNEWSC.OM - Memang benar, kebiasaan yang salah dalam meminum air putih bukannya menjaga ginjal tetap sehat, justru memperburuk fungsi ginjal.

Bila Kita terlalu banyak minum air maka akan meningkatkan kerja ginjal dari yang seharusnya.

Asal tahu saja, ginjal adalah penyaring bagi tubuh. Mereka menyaring kotoran dari darah dan mengubahnya menjadi urine. Di luar fungsi ginjal, air mempunyai natrium yang membantu untuk menjaga keseimbangan cairan.

Beban ginjal akan semakin meningkat dengan banyaknya air yang kita minum yang kemudian harus disaring melalui glomerulus.

Bahkan, glomerulus dapat rusak karena terlalu banyak menyaring. Selain itu cairan dalam tubuh juga menjadi tidak seimbang sebab ada begitu banyak cairan sedangkan jumlah natrium tak seimbang.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Aida Lydia, seperti dikutip dari Kompas Health mengungkapkan, masyarakat tidak usah meminum air putih sebanyak-banyaknya.

Cara yang tepat adalah menyuplai pasokan air putih sesuai kebutuhan dan aktivitas masing-masing. Jika terlalu banyak, asupan air putih justru akan memicu penyakit ginjal.

bagaimana kita bisa hidup dengan satu ginjal
bagaimana kita bisa hidup dengan satu ginjal (healthhub.sg)

Baca: Kisah Pelarian Prada DP Usai Memutilasi Vera Oktaria Sang Kekasih, Sempat Sembunyi di Tempat Ini

“Banyak minum air putih bisa sebabkan gangguan elektrolit di darah. Kadar natrium dan kalium dalam darah berkurang, sedangkan kadar cairan di tubuh meningkat sel tubuh jadi membengkak,” ujar Aida.

Pembesaran sel tubuh ini terjadi karena banyak natrium yang larut dan menghilang dari dalam tubuh. Padahal, natrium bertugas mengikat air.

Akibatnya, volume darah pun berkurang hingga membuat tekanan darah menurun. Selanjutnya, detak jantung terpacu lebih kuat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Grid.ID
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas