Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bantun Sosial dan Kemanusiaan

Tidak Pernah Sakit Serius, Bocah 15 Tahun Divonis Leukemia

Salah satu jenis kanker darah yang perlu diwaspadai adalah leukemia. Penyakit tersebut menyerang sumsum tulang yang berdampak kurang maksimal produks

BizzInsight
Tidak Pernah Sakit Serius, Bocah 15 Tahun Divonis Leukemia
Tribun Jateng/Rival
Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Irwan Hidayat berbincang dengan orangtua pasien leukimia di Rumah Singgah YKAKI Semarang, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNNEWS.com - Salah satu jenis kanker darah yang perlu diwaspadai adalah leukemia.  Penyakit tersebut menyerang sumsum tulang yang berdampak kurang maksimal produksi sel darah putih leukosit yang berguna melawan infeksi.

Penderita penyakit tersebut pun tergolong banyak. Dilansir dari Medical News Today, terdapat sekitar 62.130 penderita leukemia pada 2017 di Amerika. Selain itu, guna mengenal gejala penyakit tersebut pun tergolong sulit. Pasalnya, jika dibandingkan dengan penyakit kanker lain, untuk penyakit kanker darah tidak memberikan gejala munculnya benjolan padat (tumor).

Masih dalam sumber yang sama, merokok dan terpapar radiasi merupakan faktor risiko penyebab terserang kanker darah. Dari usia penderita penyakit tersebut pun bervariasi mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Bahkan, di Semarang, terdapat seorang anak berusia 15 tahun menderita leukemia. Menurut keterangan sang ibu, Srikah, mengatakan anaknya tidak pernah mengalami sakit yang serius.

“Anak saya itu tidak pernah sakit, apalagi di rawat tapi sekalinya sakit seperti ini,” ungkap Srikah, Jumat (6/9/2019).

Bahkan untuk kesembuhan sang buah hati tercinta, ia telah dua kali mengantarkan sang anak untuk menjalani kemoterapi di RSUP dr Kariadi Semarang. Tak hanya itu, selama anaknya menderita penyakit tersebut, sang ibu memutuskan untuk bergabung di Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Tak hanya Srikah yang tergabung, namun banyak pulang masyarakat yang tergabung di Rumah Singgah YKAKI. Bahkan, terdapat 164 pasien berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah yang tergabung di Rumah Singgah YKAKI.

Menyikapi hal tersebut, PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul memberikan bantuan untuk Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (6/9/2019) kemarin.

Dalam kegiatan sosial tersebut, perusahaan yang terkenal dengan produk Tolak Angin, Tolak Linu, dan Kukubima, memberikan bantuan sebesar Rp 250 juta untuk pengelolaan YKAKI. Tak hanya itu, untuk para pendamping pasien, juga diberikan batuan sebesar Rp 1 juta.

Tidak Pernah Sakit Serius, Bocah 15 Tahun di Fonis Leukemia
PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul memberikan bantuan untuk Rumah Singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) di Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (6/9/2019) kemarin.

“Kami memang menyiapkan dana untuk kegiatan seperti ini. Membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, di YKAKI Semarang, Jumat (6/9/2019).

Bahkan, sebagai bentuk komitmen Sido Muncul untuk membantu sesama, perusahaan tersebut meningkatkan anggaran sebesar dua kali lipat untuk kegiatan sosial pada 2019. Untuk kegiatan sosial yang dilakukan Sido Muncul membidik berbagai sektor, seperti penderita kanker, katarak, lansia, dan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Bukan hanya kanker, tapi katarak, lansia kami bantu,” ungkap Irwan Hidayat.

Merespon kegiatan sosial Sido Muncul, Ketua Cabang YKAKI Semarang, Vita Mahaswari, mengatakan pihaknya berterimakasih akan bantuan tersebut. Ia menambahkan, bantuan tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan YKAKI Semarang.   

Pasalnya dalam waktu dekat, Rumah Singgah YKAKI Semarang akan menyewa bangunan untuk menambah daya tampung pasien. Langkah tersebut diapresiasi oleh Irwan Hidayat. Ia mengatakan konsep sewa gedung itu bagus.

“Konsep sewa bagus. Pengelola menyewa saja jangan membeli bangunan untuk dijadikan rumah singgah. Jadi biar mereka (Rumah Singgak YKAKI) fokus pelayanan, karena kalau terlibat kepemilikan asset itu repot harus mengurus pajak dan lain sebagainya,” ungkap Irwan Hidayat.

Tak hanya itu, pihak Vita Mahaswari mengungkapkan, Rumah Singgah YKAKI dapat menerima siapa pun.

“Siapapun bisa datang kemari, kami support juga untuk logistik, susu, hingga kegiatan belajar anak tanpa dipungut biaya,” pangkas Vita.

 Penulis: Dea Duta Aulia

 

Ikuti kami di
Add Friend
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas