Cuaca Panas dan Terik saat Siang Hari Berpotensi Heat Stroke, Berikut Gejala dan Pencegahannya
Waspada potensi heat stroke ketika cuaca panas dan terik saat siang hari, simak gejala dan pencegahannya.
Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Siti Nurjannah Wulandari

Tak hanya itu, kondisi atmosfer di wilayah selatan Indonesia relatif kering.
Sehingga menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas matahari.
"Minimnya tutupan awan ini akan mendukung pemanasan permukaan yang kemudian berdampak pada meningkatnya suhu udara," ujar Miming.
Kondisi ini diperkirakan masih akan terjadi selama satu satu minggu.
Karena itu, Miming mengimbau masyarakat yang terdampak cuaca panas agar minum air putih cukup untuk menghindari dehidrasi.
Juga mengenakan pakaian yang melindungi kulit saat beraktivitas di luar ruangan.
"Waspadai (juga) aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla," tandas dia.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)