Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Mengetahui Jantung Berdebar yang Tak Normal dan Patut Diwaspadai

Jantung berdebar saat terkejut atau ketakutan merupakan hal lumrah. Begitu juga ketika sedang berolahraga. Tapi ada yang perlu diwaspadai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Mengetahui Jantung Berdebar yang Tak Normal dan Patut Diwaspadai
pixabay.com
ilustrasi jantung baik 

TRIBUNNEWS.COM - Jantung berdebar saat terkejut atau ketakutan merupakan hal lumrah. Begitu juga ketika sedang berolahraga, atau sedang jatuh cinta.

Namun, ada kalanya jantung berdebar yang patut diwaspadai ketika kita mengalaminya.

Satu di antaranya merupakan gejala aritmia atau gangguan irama jantung.

Aritmia terjadi saat sinyal listrik yang bertugas mengatur koordinasi detak jantung tidak berfungsi dengan baik.

Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah sekaligus Konsultan Kardiologi Intervensi dan Konsultan Elektrifisiologi dr. Ignatius Yansen NG., SP.JP (K), FIHA menjelaskan, jantung dalam keadaan istirahat normalnya berdenyut 60-100 kali dalam satu menit.

Baca: Olahraga yang Tepat untuk Penderita Jantung

Aritmia adalah kondisi ketika dalam keadaan istirahat detak jantung lebih cepat atau lebih lambat.

"Kalau dalam kondisi istirahat denyut jantung kita lebih cepat sekali atau lebih lambat sekali dari 100, maka kita sebut aritmia."

Rekomendasi Untuk Anda

Demikian diungkapkan dr. Yansen dalam Live Instagram bersama Eka Hospital Bekasi, Kamis (7/8/2020).

Lalu, kapan kita harus mulai khawatir dengan gejala berdebar tersebut?

Dr. Yansen menambahkan, berdebar yang memiliki pencetus bisa dikatakan sebagai sesuatu yang normal.

Baca: Mengenal Tiga Penyebab Utama Henti Jantung Mendadak

Misalnya, ketika seseorang berolahraga, ketakutan, atau jatuh cinta.

Namun, jika sedang bersantai namun tiba-tiba muncul debaran yang kencang luar biasa maka itu perlu dicurigai sebagai sesuatu yang tidak normal.

Sehingga, jika mengalami kondisi tersebut Anda perlu memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit.

Selain itu, gejala berdebar juga perlu diwasadai jika sampai menimbulkan keluhan lain.

Misalnya, berdebar hingga menimbulkan rasa pusing, nyeri dada hingga mau pingsan atau bahkan sampai pingsan, hingga kejang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas