Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

BPOM: Sampai Hari Ini Belum Ada Obat dan Vaksin Definitif untuk Covid-19

"Saat ini belum ada baik obat maupun vaksin yang definitf sebagai obat atau penanggulangan pencegahan Covid-19. Yang ada adalah masih obat uji."

BPOM: Sampai Hari Ini Belum Ada Obat dan Vaksin Definitif untuk Covid-19
Dokumentasi Pribadi Bima Perawat Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet
Para perawat pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, 23/4/2020. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IX DPR RI menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak terkait.

Salah satunya Deputi Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Rita Endang.

Dalam kesempatan tersebut, Rita Endang menegaskan hingga saat ini baru ada obat uji.

Dengan kata lain, belum ada obat dan vaksin definitif untuk penanggulangan virus corona atau Covid-19.

"Saat ini belum ada baik obat maupun vaksin yang definitf sebagai obat atau penanggulangan pencegahan Covid-19. Yang ada adalah masih obat uji," ujar Rita Endang, dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, di Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Baca: BPOM Imbau Masyarakat Hati-hati atas Klaim Obat Herbal yang Dapat Sembuhkan Covid-19

Rita Endang menegaskan saat ini pihaknya sedang mendampingi pengembangan tiga kandidat vaksin Covid-19 untuk Indonesia.

Baca: Wali Kota Depok: Klaster Perkantoran Dominasi Kasus Covid-19 di Depok

Antara lain vaksin Sinovac yang dikerjakan Bio Farma; vaksin G42 yang dikerjakan Kimia Farma; dan vaksin Genexine oleh Kalbe Farma.

Dia menjelaskan Bio Farma dan Kimia Farma menggunakan platform inactivated virus.

Sementara Kalbe Farma menggunakan platform DNA.

Baca: Hobi Lamanya Kini Jadi Bisnis, Baju Tidur Produksi Baby Sexyola Laris Manis Saat Pandemi Covid-19

"Ini adalah ketiga vaksin yang sedang dikawal BPOM. Lainnya ada 142 yang masih dalam tahap pra-klinik dengan binatang percobaan," ungkapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas