Tribun Kesehatan

Virus Corona

Saat Pilek Indra Penciuman Berkurang, Samakah dengan Anosmia Pada Gejala Covid-19?

Kehilangan atau berkurangnya fungsi penciuman juga biasa dirasakan saat menderita flu atau pilek. Samakah dengan gejala covid-19?

Editor: Anita K Wardhani
Saat Pilek Indra Penciuman Berkurang, Samakah dengan  Anosmia Pada Gejala Covid-19?
Alodokter
Anosmia adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat menghidu atau mencium bau apapun. Saat Pilek Indra Penciuman Berkurang, Samakah dengan Anosmia Pada Gejala Covid-19? 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa anosmia atau kehilangan indra penciuman menjadi gejala paling umum yang dialami oleh pasien virus corona.

Temuan yang dihimpun oleh peneliti di Office for National Statistics (ONS) juga mengindikasikan bahwa anosmia tak hanya terjadi pada pasien bergejala, tetapi juga dialami oleh kelompok asimptomatik.

"Jumlah orang yang dites positif Covid-19 dengan gejala kehilangan rasa atau bau (anosmia) meningkat paling banyak di semua kelompok umur," tulis tim peneliti dalam ringkasan laporannya.

Kehilangan atau berkurangnya fungsi penciuman juga biasa dirasakan saat menderita flu atau pilek.

Bagaimana membedakan kehilangan indra penciuman akibat virus corona dan pilek?

Baca juga: Jepang Musnahkan Ratusan Ribu Ayam setelah Konfirmasi Wabah Flu Burung

Baca juga: Mengenal Anosmia, Gejala yang Kini Banyak Dialami Pasien Covid-19

Dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) Rumah Sakit RS Columbia Asia (RSCA) Prof Dr dr Delfitri Munir, Sp.T.H.T.K.L(K) menjelaskan perbedaan keduanya.

Baca juga: Studi Ini Temukan Kemungkinan Penyebab Hilangnya Penciuman oleh Penderita Covid-19

Ia menyebutkan, rongga hidung menjadi tempat masuk paling favorit bagi virus corona. Sebab, penularan virus ini melalui percikan (droplet) dan airbone.

Anosmia merupakan gejala hilangnya kemampuan penciuman pada hidung.
Anosmia merupakan gejala hilangnya kemampuan penciuman pada hidung. (Radical Botany)

"Di hidung ini, aliran udara lebih dari 75 persen terarah ke atap hidung. Di sana ada ujung-ujung saraf penciuman atau saraf penghidu," Kata Delfitri kepada Kompas.com, Selasa (1/12/2020).

"Karena atap hidung kita ini melengkung, maka partikel-partikel yang terbawa akan terbentur dan menyangku di sana," lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas