Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Bagaimana Mengetahui Respons Imun Tubuh Terhadap Covid-19 Bagi Penyintas dan Penerima Vaksin?

Anda penyintas Covid-19? Atau sudah menjalani vaksinasi covid-19  dan ingin memantau respons imun tubuh terhadap virus?

Bagaimana Mengetahui Respons Imun Tubuh Terhadap Covid-19 Bagi Penyintas dan Penerima Vaksin?
Freepik
ILUSTRASI Vaksin: 4 Pertanyaan yang Belum Terjawab Mengenai Vaksin Pfizer, Apakah Aman Bagi Orang Tua? 

Pantau Respons Imun Tubuh Terhadap Virus Penyebab Covid-19

TRIBUNNEWS.COM - Anda penyintas Covid-19? Atau sudah menjalani vaksinasi covid-19  dan ingin memantau respons imun tubuh terhadap virus?

Anda bisa menjalani pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-Receptor Binding Domain/Spike-RBD) untuk mengukur titer antibodi terhadap virus COVID-19.

Dengan adanya pemeriksaan ini, seseorang dapat mengetahui dan memeriksa titer antibodi terhadap virus penyebab COVID-19.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty menjelaskan pemeriksaan ini berfungsi sebagai baseline kuantitatif antibodi terhadap SARS COV-2 untuk mengevaluasi respons imun individu terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun individu terhadap virus dari waktu ke waktu dalam bentuk numerik.

Baca juga: Cerita Jurnalis Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Lapar, Ngantuk, Hingga Pegal

Pemeriksaan Anti-SARS-CoV-2 Kuantitatif merupakan pemeriksaan yang dapat mengukur titer antibodi atau antibodi penetral dalam tubuh seseorang terhadap virus penyebab COVID-19.

Pemeriksaan ini mampu mengevaluasi respons imun seseorang terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun terhadap virus dari waktu ke waktu.

Baca juga: Hasil Penelitian: Vaksin Pfizer Terbukti 94 Persen Efektif Cegah Covid-19 pada Semua Kelompok Usia

”Sejalan dengan komitmen kami untuk terus berkontribusi terhadap penanganan COVID-19 di Indonesia, kami terus berupaya menyediakan pemeriksaan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat pada masa pandemi ini, salah satunya adalah pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-Receptor Binding Domain/Spike-RBD) pada saat memasuki tahun vaksinasi COVID-19. Dengan adanya pemeriksaan ini, seseorang dapat mengetahui dan memeriksa titer antibodi terhadap virus penyebab COVID-19,” ujar Dewi dalam keterangannya.

Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada tenaga pengajar dalam acara vaksinasi massal di SMA Negeri 70 Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). Sebanyak 600 orang guru, dosen, dan tenaga pendidikan mengikuti acara tersebut. Pemerintah memulai tahap vaksinasi Covid-19 untuk guru, tenaga pendidikan, dan dosen dengan target sebanyak 5.057.582 orang se-Indonesia. Tribunnews/Jeprima
Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada tenaga pengajar dalam acara vaksinasi massal di SMA Negeri 70 Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). Sebanyak 600 orang guru, dosen, dan tenaga pendidikan mengikuti acara tersebut. Pemerintah memulai tahap vaksinasi Covid-19 untuk guru, tenaga pendidikan, dan dosen dengan target sebanyak 5.057.582 orang se-Indonesia. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Titer antibodi yang diperiksa dalam pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif ini adalah antibodi terhadap protein khusus dari virus penyebab COVID-19, yaitu protein spike-RBD (Spike-Receptor Binding Domain).

Antibodi tersebut dapat terbentuk tidak hanya oleh vaksinasi, tetapi infeksi alami yang juga memicu tubuh membentuk antibodi.

Baca juga: Jangan Tunda Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas