Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ketahui Aktivitas Berisiko Alami Saraf Kejepit dan Cara Penanganannya

Saraf kejepit merupakan suatu kondisi di mana bantalan pada tulang belakang menonjol kearah saluran tempat saraf lewat.

Ketahui Aktivitas Berisiko Alami Saraf Kejepit dan Cara Penanganannya
m.dailyhunt.in
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saraf kejepit merupakan suatu kondisi di mana bantalan pada tulang belakang menonjol kearah saluran tempat saraf lewat.

Akibat penonjolan tersebut terjadi sebuah tekanan yang menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri dapat bersifat lokal atau hanya di satu titik.

Namun pada satu kasus, rasa nyeri dapat menjalar akibat jepitan saraf. Nyeri bisa sampai ke daerah kaki, seperti paha belakang dan betis. 

Saraf kejepit memang paling sering terjadi pada deretan tulang belakang, leher, punggung, pinggang, tulang duduk dan tulang ekor.

Karena pada bagian tubuh tersebut, manusia bergerak secara dinamis. 

Baca juga: Pakar Bedah Saraf Siloam Hospitals Dampingi Tim Medis RSUD Jaya pura Lakukan Operasi Syaraf Kejepit

Selain itu, ada rasa kebas dan kesemutan yang muncul. Umumnya satu sisi saja seperti kiri atau kanan.

Terkadang ada kedua sisi namun, kasusnya seperti itu tidak banyak. Hal ini diungkapkan oleh dr Erwin A.D Nanulaitta, Sp KFR. 

Menurut dia, beberapa profesi berisiko untuk alami syaraf kejepit. Misalnya pekerjaan yang mengangkat, mendorong hingga menarik beban.

Baca juga: Cerita Musriyani Lewati Sakit Saraf Kejepit Berkat JKN-KIS

Selain itu pekerjaan yang harus membungkuk, jongkok, seperti di instalasi listrik juga akan berisiko besar menimbulkan rasa nyeri.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas