Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Donor Plasma Konvalesen Seorang Penyintas Covid-19, Bisa Bantu 4 Pasien Terjangkit Virus Corona

Seiring bertambahnya angka kasus Covid-19 dan jumlah pasien rawat inap, penyintas Covid-19 ini diharapkan terus menyumbangkan plasma konvalesen

Donor Plasma Konvalesen Seorang Penyintas Covid-19, Bisa Bantu 4 Pasien Terjangkit Virus Corona
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Pendonor menjalani donor plasma konvalesen di Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16/2/2021). Kebutuhan plasma konvalesen meningkat hingga 200 kantong per hari, oleh karenanya diharapkan penyintas Covid-19 bersedia mendonorkan plasmanya untuk membantu penanganan pasien Covid-19 yang masih dirawat. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM - Plasma konvalesen bukan merupakan terapi baru, sebenarnya bentuk pengobatan ini berasal dari akhir 1800-an, jauh sebelum antibiotik dikenal sebagai obat untuk mengobati infeksi.

Melalui terapi plasma konvalesen, dokter akan mengambil plasma dari pasien yang sebelumnya terinfeksi dengan antibodi virus corona (Covid-19) atau penyintas dan memberikannya kepada pasien Covid-19 untuk menyerang virus tersebut.

Perlu diketahui, satu orang yang menyumbangkan plasma konvalesen dapat membantu hingga empat pasien Covid-19.

Dikutip dari laman integrisok.com, Selasa (8/6/2021), sejak Juli 2020, Oklahoma Blood Institute (OBI) telah melacak distribusi plasma konvalesen yang dikirim ke rumah sakit setiap minggu untuk transfusi terhadap pasien Covid-19.

Baca juga: Jelang Lebaran Stok Darah dan Stok Plasma Konvalesen di PMI Aman

Pada akhir Juli 2020, jumlah donor plasma menjadi 407 unit.

Sedangkan hingga minggu terakhir Desember 2020, jumlah itu terus meningkat hingga mencapai lebih dari 1.000 unit plasma yang didistribusikan.

Seiring bertambahnya angka kasus Covid-19 dan jumlah pasien rawat inap, para penyintas Covid-19 ini pun diharapkan terus menyumbangkan plasma konvalesen.

Sebelum disumbangkan, pengujian akan dilakukan pada darah penyintas untuk antibodi Covid-19.

Chief Medical Officer (CMO) Oklahoma Blood Institute, Dr Le, M. D mengatakan bahwa Covid-19 Convalescent Plasma (CCP) atau plasma konvalesen tetap menjadi bagian utama dari perangkat klinis untuk perawatan terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

"Saat ini kami memiliki persediaan yang cukup untuk memasok beberapa bank darah rumah sakit terpilih dengan stok CCP mereka sendiri. Permintaan untuk CCP tetap tinggi dan kami mendorong para donor yang memenuhi syarat untuk membuat perjanjian dulu sebelum menyumbangkan CCP kepada kami," kata Dr. Le.

Selain plasma konvalesen, ada pula kebutuhan untuk donor plasma tradisional, terutama yang berasal dari golongan darah A,B dan O.

Dr. Le mengatakan ada permintaan lanjutan untuk kriopresipitat, produk plasma khusus yang dibuat dari donor darah utuh.

Rumah sakit, kata dia, menggunakan kriopresipitat dalam situasi transfusi masif serta pada pasien yang mengalami faktor pembekuan tertentu.

Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas