Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menelusuri Bisnis Surat Swab PCR Palsu, Dibanderol Bandar Rp 100 Ribu, 3 Sindikat Diangkut Polisi

Ditkrimum Polda Metro Jaya baru enangkap tiga kelompok oknum pelaku penjualan surat-surat palsu, termasuk surat hasil swab PCR.

Menelusuri Bisnis Surat Swab PCR Palsu, Dibanderol Bandar Rp 100 Ribu, 3 Sindikat Diangkut Polisi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petugas medis melakukan tes swab PCR kepada warga tiga RT di RW 03, yaitu RT 01, RT 02 dan RT 08 Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021). Satgas Covid-19 bersama pihak Puskesmas dan Kecamatan melakukan penelusuran atau tracing kepada warga menyusul mikro lockdown yang dilakukan setelah 40 warga dinyatakan positif Covid-19. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beragam pembatasan pergerakan orang yang dilakukan Pemerintah di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang makin meluas penularannya, justru jadi ladang bisnis haram bagi sebagian orang. 

Surat hasil swab PCR yang kini menjadi prasyarat bepergian terutama menggunakan moda transportasi udara pun dipalsukan. Konsumennya, adalah mereka yang ingin mendapatkan jalan pintas, meski cara itu jelas-jelas keliru.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya baru saja menangkap tiga kelompok oknum pelaku penjualan surat-surat palsu, termasuk surat hasil swab tes PCR palsu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, para oknum penjual surat Swab PCR Palsu itu kerap memasarkannya melalui media sosial khusus.

"Ada tiga kelompok yang kita amankan, adalah tentang pemalsuan, apa yang dipalsukan? Surat keterangan hasil PCR, yang menyatakan orang ini negatif tanpa melalui proses laboratorium," kata Tubagus kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Polisi: Surat Swab PCR Palsu Dipasarkan Lewat Media Sosial dan Dijual Seharga Rp100 Ribu

Namun Tubagus tidak memerinci identitas seluruh oknum penjual surat hasil swab tes itu.

Ia mengatakan, para customer bisa mendapatkan surat swab PCR palsu dengan hasil negatif tanpa menjalani proses pemeriksaan terlebih dulu.

Baca juga: Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Minta Kemenkes RI Turunkan Harga Swab Antigen

"Caranya mereka menawarkan ini melalui media sosial, orang memesan, yang dengan surat ini dia bisa melakukan (berkegiatan) seolah-olah dirinya negatif Covid-19, padahal belum tahu (positif atau tidaknya)," kata Tubagus.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, para oknum penjual surat swab PCR palsu ini sudah beraksi sejak Maret lalu.

Berdasar pengakuannya, kata Yusri, mereka tidak hanya menjual surat swab PCR palsu, namun juga surat rapid antigen palsu, dan surat vaksinasi palsu.

Baca juga: Ada Laporan Puskesmas Batasi PCR 4 Orang Perhari, Menkes Minta Warga Lapor

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas