Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Solusi Terkini Atasi Saraf Terjepit Tanpa Lakukan Operasi

Pada usia muda umumnya saraf terjepit disebabkan oleh cedera dan beban berat pada tulang belakang sehingga menyebabkan penonjolan bantalan tulang

Solusi Terkini Atasi Saraf Terjepit Tanpa Lakukan Operasi
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Hernia nukleus pulposus (HNP) atau dalam istilah awamnya saraf terjepit merupakan suatu kondisi yang diakibatkan menonjolnya bantalan tulang belakang sehingga menjepit saraf tulang belakang

HNP dapat terjadi pada semua ruas tulang belakang, tetapi yang paling sering terjadi yaitu pada segmen lumbal atau pinggang yang sebagian besar pada segmen L4-L5, L5-S1.               

Saraf terjepit juga bisa terjadi pada ruas leher C5-C6 atau C6-C7.  Saraf terjepit ini juga bisa mengenai segala usia, baik muda maupun tua.  

Pada usia muda umumnya disebabkan oleh cedera dan beban berat pada tulang belakang sehingga menyebabkan penonjolan bantalan tulang atau diskus intervertebrali.

Sedangkan pada usia tua disebabkan proses degenerasi, dan hilangnya elastisitas batalan tulang.  

Faktor risiko saraf terjepit ini cukup banyak, antara lain usia, cedera (baik jatuh akibat kecelakaan atau olahraga), aktivitas dan pekerjaan (duduk lama, mengangkat ataupun menarik beban yang berat, sering memutar punggung ataupun membungkuk, latihan fisik terlalu berat dan berlebihan, terpapar getaran yang konstan, olahraga berat, merokok, berat badan berlebihan, dan batuk dalam waktu yang lama.

Baca juga: Ferry Irawan Tidak Ada Pekerjaan Sakit Syaraf Terjepit Kambuh

Saraf terjepit ini dapat menimbulkan beragam gejala bergantung pada lokasi jepitan saraf itu terjadi.

Namun pada umumnya dikatakan mengalami saraf kejepit apabila mengalami salah satu dari tiga gejala yakni komponen sensorik (rasa), misalnya kesemutan, kebas, baal yang terasa di tangan atau kaki.

Kemudian komponen motorik (gerakan), misalnya anggota gerak melemah dan komponen otonom, misalnya gangguan buang air kecil, dan buang air besar.

Nyeri akibat saraf terjepit dapat mengganggu aktivitas harian penderitanya.

Halaman
12
Penulis: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas