Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Riset Menunjukkan, Tidak Ada Efek Samping Serius Kombinasikan AstraZeneca dan Sputnik V

Hingga saat ini, 50 relawan telah divaksinasi dan peserta baru pun diundang untuk mengikuti uji coba penggunaan vaksin kombinasi.

Riset Menunjukkan, Tidak Ada Efek Samping Serius Kombinasikan AstraZeneca dan Sputnik V
AFP/FRED TANNEAU
Seorang perawat menyiapkan jarum suntik vaksin Covid-19 Pfizer-BioNtech di pusat vaksinasi, di Garlan, Prancis Barat, 31 Mei 2021. (Fred TANNEAU/AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Studi pertama di dunia terkait kombinasi antara vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca dan komponen pertama vaksin Sputnik-V Rusia, yang dilakukan di Azerbaijan, menunjukkan tidak adanya efek samping yang serius atau infeksi Covid-19 setelah vaksinasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) pada hari Jumat waktu setempat.

"Studi tentang keamanan dan imunogenisitas kombinasi vaksin AstraZeneca dan komponen pertama vaksin Sputnik V di Azerbaijan dimulai pada Februari 2021," kata RDIF dalama pernyataan resminya.

Hingga saat ini, 50 relawan telah divaksinasi dan peserta baru pun diundang untuk mengikuti uji coba.

"Analisis sementara terhadap data menunjukkan profil keamanan yang tinggi untuk penggunaan gabungan vaksin 'tanpa efek samping serius atau kasus virus corona setelah vaksinasi'," jelas RDIF.

Baca juga: PM Jepang Sahkan Penggunaan 2 Juta Vaksin AstraZeneca Bagi Rakyatnya

Dikutip dari Sputnik News, Jumat (30/7/2021), data awal tentang imunogenisitas dari penggunaan gabungan vaksin di Azerbaijan ini akan diterbitkan pada Agustus mendatang.

Baca juga: Inggris Sumbangkan 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Termasuk Indonesia

"Kami berharap ini akan sukses di Azerbaijan dan negara-negara lain, karena akan memungkinkan pelaksanaan program vaksinasi yang lebih efektif dan melindungi lebih banyak orang di seluruh dunia," papar RDIF.

Baca juga: Di San Marino, Vaksin Sputnik V Punya Tingkat Efek Samping Rendah pada Kelompok Lansia

CEO RDIF, Kirill Dmitriev mengatakan bahwa penelitian untuk mengetahui efektivitas vaksin AstraZeneca dan Sputnik V sangat diperlukan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas dari kombinasi vaksin Covid-19 itu.

"Kami menganggap penting untuk melakukan penelitian bersama terkait penggabungan komponen pertama Sputnik V dengan vaksin dari produsen lain untuk perjuangan yang lebih efektif dalam melawan varian baru Covid-19 yang muncul," tegas Dmitriev.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas