Tribun Kesehatan

Manfaat ASI Ekslusif Terasa hingga Anak Tumbuh Dewasa, Dokter Beri Penjelasan

ASI ekslusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan. Tanpa ada makanan atau minuman tambahan apa pun.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Manfaat ASI Ekslusif Terasa hingga Anak Tumbuh Dewasa, Dokter Beri Penjelasan
Shutterstock
Ilustrasi ibu menyusui. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sesuai Peraturan Pemerintah No 33 Tahun 2012, pemberian air susu ibu (ASI) adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu.

ASI ekslusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan. Tanpa ada makanan atau minuman tambahan apa pun.

Selain itu pada pasal 6 dalam peraturan pemerintah yang sama, setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI esklusif kepada bayi yang dilahirkannya. 

Hal ini selaras dengan rekomendasi dari WHO. Bahkan diharuskan menyusui dini pada satu jam pertama setelah lahir.

Menyusui ekslusif tidak memberikan makanan atau minuman apa pun termasuk air. 

Menurut narasumber dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Prof DR dr Ocviyanti. Menyusui, harus sesuai dengan keinginan bayi dari pagi hingga malam hari. 

Baca juga: Nakes Perlu Edukasi Cara Aman Ibu Menyusui dan Pemberian ASI Eksklusif di Masa Pandemi

Baca juga: Pentingnya Peran Nutrisi dalam ASI dan Tips Diet untuk Ibu Menyusui

Selain itu, disarankan untuk menghindari penggunaan botol dan empeng.

Ia pun mengatakan untuk tidak menganggap sepele terkait masalah ASI. Karena manfaat ASI dapat terasa hingga nanti. Salah satunya mencegah mal nutrisi.

"Di dunia saat ini ada 155 juta balita yang alami stunting. Sedangkan 52 juta balita alami kurus (wasting) dan 41 juta balita gemuk," ungkapnya pada webinar secara virtual, Jumat (12/11/2021).

Selain itu pemberian ASI menurunkan infeksi akut seperti diare, pneumonia, infeksi telinga, influenza, meningitis dan sebagainya. Bayi yang berkali-kali diterpa infeksi dapat menyebabkan bayi alami gizi buruk. 

Baca juga: Pekan Menyusui Sedunia 2021: Dukungan untuk Ibu Menyusui Dibutuhkan di Tengah Pandemi COVID-19

ASI, kata dr Ocviyanti dapat memutuskan rantai kemiskinan. Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan, lalu dilanjutkan hingga dua tahun, dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. 

"Menurunnya angka kesakitan bayi berdampak pada menurunnya biaya pengeluaran untuk berobat (health cost). Sehingga akan mensejahterakan ekonomi keluarga dan ekonomi bangsa," katanya lagi. 

WHO menyatakan semakin pendek durasi menyusui pada bayi, maka dapat menurunkan IQ anak sekitar 2,6 poin. 

"Hal ini dapat meningkatkan kehadiran anak di sekolah dan berhubungan dengan pendapatan yang lebih tinggi ketika dewasa," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas