Tribun Kesehatan

Menkes Jelaskan Enam Transformasi Kesehatan yang Disiapkan untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan

Belajar pada pandemi Covid-19, Indonesia menyiapkan enam transformasi bidang kesehatan dalam menghadapi wabah di masa depan.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
Menkes Jelaskan Enam Transformasi Kesehatan yang Disiapkan untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan
BPMI Setpres
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

"Kita harus bisa menciptakan pembiayaan yang berkesinambungan, yang bisa memberikan layanan yang adil dan merata ke seluruh rakyat Indonesia tapi juga dalam skala yang bisa ditanggung secara berkesinambungan oleh negara," harap menkes.

Kelima, transformasi di bidang sumber daya kesehatan.

Diakuinya, masih banyak masyarakat yang belum bisa mendapatkan akses ke dokter di pelosok atau dilayani oleh tenaga kesehatan tenaga kesehatan yang seharusnya belum memenuhi standarnya.

"Oleh karena itu jumlah tenaga kesehatan, sebaran tenaga kesehatan dan kualitas dari tenaga kesehatan harus kita pastikan memberikan akses dan layanan kepda seluruh rakyata Indonesia," ungkap Budi.

Yang terakhir, transformasi teknologi kesehatan

"Seperti Big data, artificial intelligence (kecerdasan buatan), internet of things adalah keniscayaan. Itu sudah banyak mentransformasi industri lain, seperti industri transportasi, pariwisata dan hotel, industri makanan, perbankan dan lainnya," katanya.

Menkes Budi Gunadi Sadikin saat  peringatan Hari Kesehatan Nasional 2021, Jumat (12/11/2021).
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat peringatan Hari Kesehatan Nasional 2021, Jumat (12/11/2021). (tribunnews.com/rina ayu)

Indonesia terus melakukan perbaikan agar pandemi Covid-19 menjadi terkendali.

Hari ini, kasus Covid-19 telah menurun drastis, dari puncaknya di bulan Juli 2021 yang mencapai 56.000 kasus per hari, hingga kini berada di kisaran 500 kasus per hari. Keterisian tempat tidur Covid-19 juga kini sangat rendah di kisaran 3 persen.

"Kita patut bersyukur, namun juga tetap waspada. Sebentar lagi kita menyambut libur Natal dan tahun baru. Ingat, Covid-19 masih ada di tengah kita," ujarnya.

Melalui pengalaman yang lalu, belajar bahwa lonjakan kasus terjadi setelah libur panjang. Ketika banyak orang berkumpul bersama keluarga, sahabat, dan handai taulan, di sanalah Covid-19 menyebar.

"Untuk itu, saya mengingatkan kepada kita semua agar: tetap disiplin memakai masker, segeralah divaksin jika belum, gunakan aplikasi PeduliLindungi ketika ada di ruang publik, dan tetap jalankan testing dan tracing pada orang yang bergejala dan kontak erat," pesan Menkes.

  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas