Tribun Kesehatan

Sebelum Jadi Anggota JKN-KIS Solikha Bayar Operasi Syaraf Rp70 Juta

kini Solikha tidak khawatir lagi kantongnya terkuras untuk mengurus biaya perawatan kesehatan serta yang lainnya karens sudah menjadi anggota JKN-KIS.

Editor: Content Writer
Sebelum Jadi Anggota JKN-KIS Solikha Bayar Operasi Syaraf Rp70 Juta
dok. BPJS Kesehatan
Solikha (52) warga Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. 

TRIBUNNEWS.COM - Usia senja memang masa dimana seseorang menjadi rentan sakit. Hal itu yang kini dialami Solikha(52).

Solikha sempat mengalami gangguan pada syaraf pinggulnya pada tahun 2009 silam. Saat itu ia harus menjalani operasi di rumah sakit dengan biaya sekitar Rp70 juta karena belum menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat(JKN-KIS).

“Teringat dulu saya harus bayar biaya sekitar Rp70 juta saat harus operasi syaraf terjepit. Selama dalam masa pengobatan, mulai dari pemeriksaan awal hingga terapi tidak bisa tenang karena harus memikirkan darimana bisa dapat biaya sebesar itu namun sekarang saya tidak perlu merasakan hal itu lagi," ujar warga Desa Ngemboh, Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur ini, Jumat(12/11/2021).

Namun kini Solikha tidak khawatir lagi kantongnya terkuras untuk mengurus biaya perawatan kesehatan serta yang lainnya. Solikha sudah resmi menjadi anggota JKN-KIS.

Iuran sebesar Rp35.000 yang ia bayarkan tiap bulannya dianggap sebagai tabungan untuk kesehatannya.

"Kita tidak tahu kapan datangnya sakit, dan kita tahu bahwa saat ini biaya perawatan kesehatan tidak murah. Jadi anggap saja iuran yang kita bayarkan itu nabung untuk suatu saat kita gunakan ketika kita sakit," ujarnya.

Lebih lanjut Solikha menceritakan bahwa dirinya selalu membawa kartu JKN-KIS kemanapun ia pergi. Ia juga bercerita kerap kali menggunakan kartu JKN-KIS tersebut untuk berobat ke Puskesmas.

“Ya, wajar kan seusia saya kalau mudah sakit, seperti flu batuk. Tanpa ragu langsung saya bawa ke Puskesmas. Cukup bawa kartu ini (sambIl menunjukkan kartu JKN-KIS), tidak perlu lagi membawa uang,” ujar Solikha.

Solikha berharap program yang dikelola BPJS Kesehatan ini dapat terus menebarkan manfaat bagi seluruh kalangan masyarakat. Selain itu, pelayanan kesehatannya dapat lebih menjangkau hingga ke seluruh pelosok negeri agar seluruh penduduk di Indonesia bisa mendapatkan ketenangan untuk mendapatkan jaminan kesehatan seperti yang ia rasakan.(*)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas