Tribun Kesehatan

Kesehatan

Gejala, Faktor Penyebab hingga Cara Cegah Kanker Paru, Jenis Kanker Nomor 1 pada Laki-laki Indonesia

Berikut ini gejala, faktor penyebab hingga cara mencegah kanker paru yang banyak dialami oleh laki-laki di Indonesia.

Penulis: Kristina Wulandari
Editor: Tiara Shelavie
Gejala, Faktor Penyebab hingga Cara Cegah Kanker Paru, Jenis Kanker Nomor 1 pada Laki-laki Indonesia
Kemenkes
Ilustrasi Paru-paru - Berikut ini gejala, faktor penyebab hingga cara mencegah kanker paru yang banyak dialami oleh laki-laki di Indonesia. 

Jenis kanker paru-paru

Mengutip dari cancer.org, dua jenis umum kanker paru-paru meliputi:

- Kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC)

Sekitar 80% sampai 85% dari kanker paru-paru adalah NSCLC.

Subtipe utama NSCLC adalah adenokarsinoma, karsinoma sel skuamosa, dan karsinoma sel besar.

Subtipe ini, yang dimulai dari berbagai jenis sel paru-paru dikelompokkan bersama sebagai NSCLC karena pengobatan dan prognosisnya (pandangan) seringkali serupa.

Jenis kanker paru-paru ini terjadi terutama pada orang yang saat ini merokok atau sebelumnya merokok, tetapi juga merupakan jenis kanker paru-paru yang paling umum terlihat pada orang yang tidak merokok.

Ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dan lebih mungkin terjadi pada orang yang lebih muda daripada jenis kanker paru-paru lainnya.

- Kanker paru-paru sel kecil (SCLC)

Sekitar 10% sampai 15% dari semua kanker paru-paru adalah SCLC dan kadang-kadang disebut kanker sel oat.

Jenis kanker paru-paru ini cenderung tumbuh dan menyebar lebih cepat daripada NSCLC.

Sekitar 70% orang dengan SCLC akan memiliki kanker yang telah menyebar pada saat mereka didiagnosis.

Karena kanker ini tumbuh dengan cepat, ia cenderung merespon dengan baik terhadap kemoterapi dan terapi radiasi.

Baca juga: Kanker Paru-paru Disebabkan oleh Rokok, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan Dokter

Pencegahan Penyakit Kanker Paru

Berikut ini pencegahan penyakit kanker paru mengutip dari Mayoclinic

1. Jangan merokok.

2. Berhenti merokok.

3. Hindari asap rokok.

4. Hindari karsinogen di tempat kerja.

5. Makan makanan yang penuh dengan buah-buahan dan sayuran.

6. Hindari mengonsumsi vitamin dalam dosis besar dalam bentuk pil, karena dapat berbahaya.

Misalnya, para peneliti yang berharap dapat mengurangi risiko kanker paru-paru pada perokok berat memberi mereka suplemen beta karoten.

Hasil penelitian menunjukkan suplemen justru meningkatkan risiko kanker pada perokok.

7. Berolahraga hampir setiap hari dalam seminggu.

Jika Anda tidak berolahraga secara teratur, mulailah perlahan-lahan, cobalah untuk berolahraga hampir setiap hari dalam seminggu

Untuk informasi selengkapnya mengenai kanker paru, berikut ini artikel yang diterbitkan oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional tentang Panduan Penatalaksanaan Kanker Paru.

Klik di sini >>>>>

(Tribunnews.com/Kristina Wulandari)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas