Tribun Kesehatan

Hindari Cedera, Sunat Harus Dilakukan Tenaga Terlatih, Ini Penjelasan Dokter

Selain karena keyakinan agama, sunat memiliki alasan medis dan perlu dilakukan . Alasannya, yakni untuk kebersihan dan tentu saja kesehatan.

Editor: Willem Jonata
Hindari Cedera, Sunat Harus Dilakukan Tenaga Terlatih, Ini Penjelasan Dokter
Wartakota/Henry Lopulalan
SUNATAN. 

TRIBUNNEWS.COM - Selain karena keyakinan agama, sunat memiliki alasan medis dan perlu dilakukan . Alasannya, yakni untuk kebersihan dan tentu saja kesehatan.

Dibandingkan zaman dulu, metode sunat atau sirkumsisi saat ini kian beragam.

Sunat itu sendiri adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat atau memotong preputium (bagian kulit penis yang menutupi glans atau kepala penis).

Mengutip jurnal yang dipublikasikan oleh Saudi Urological Association, sekitar 30 persen laki-laki di dunia dan 35 persen laki-laki di negara berkembang telah disunat.

Baca juga: Perlukah Sunat pada Perempuan? Ini Penjelasan Dokter

Beragam metode sunat yang digunakan yaitu mulai dari metode konvensional, laser, stapler dan klem.

Belakangan, beberapa tempat sunat marak menggunakan metode laser untuk tindakan sunat.

Karena alasan waktu tindakan yang lebih singkat, banyak masyarakat yang memilih sunat dengan metode ini.

Padahal, banyak juga yang tidak mengetahui adanya bahaya dan risiko dari sunat laser.

Sunat laser sebenarnya menggunakan energi panas pada alat elektrokauter, yaitu alat yang menyerupai solder.

Menurut Prof. Andi Asadul Islam, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia menegaskan bahwa belum ada penelitian secara khusus menjelaskan tentang indikasi untuk sunat laser selain itu juga memiliki risiko kepala penis terpotong lebih tinggi, cedera pada kelenjar penis/ uretra dan luka bakar.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas