Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

WHO Belum Beri Rekomendasi Vaksin Massal Bagi Penyakit Cacar Monyet

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memberikan rekomendasi untuk vaksin massal bagi penyakit cacar monyet.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Milani Resti Dilanggi
zoom-in WHO Belum Beri Rekomendasi Vaksin Massal Bagi Penyakit Cacar Monyet
freepik
Monkeypox atau cacar monyet - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memberikan rekomendasi untuk vaksin massal bagi penyakit cacar monyet. 

Diwartakan Tribunnews, Kemenkes juga telah mengumumkan adanya satu kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di Indonesia. 

Satu kasus monkeypox ini diderita oleh seorang pria berumur 27 tahun yang berasal dari DKI Jakarta.

Sebelumnya Kemenkes telah menangani 23 kasus monkeypox di Indonesia, tapi hanya satu orang saja positif monkeypox pada Jumat (19/8/2022) malam.

"Sudah 23 kasus yang kita tangani, 23 di antaranya telah disingkirkan karena setelah melalui berbagai proses PCR nya negatif sebanyak 22 orang. Dan hari ini pasiennya ada satu yang terkonfimasi dari DKI Jakarta, laki-laki, 27 tahun."

"Nah dapat laporan pemeriksaan PCR tadi malam dan dengan cepat hari ini kami mengumumkan kepada masyarakat yang mungkin bertanya-tanya, negara-negara tetangga sudah ada, Thailand, Singapore, Australia, Indonesia kok belum ada terus. Hari ini sudah ada," kata Syahril, Sabtu (20/8/2022).

Baru Pulang dari Luar Negeri

Syahril menyebut pria tersebut memang baru bepergian ke luar negeri.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menjelaskan, pria tersebut awalnya mengalami gejala pada Minggu (14/8/2022) kemarin.

Gejalanya yakni demam, adanya pembesaran kelenjar limfe, serta adanya cacar atau ruam di muka, telapak tangan, kaki, dan sebagian ada di sekitar alat genitalia.

"Pasien (cacar monyet) 27 tahun ini laki-laki memang habis bepergian dari luar negeri," 

"Dengan gejala tanggal 14 Agustus 2022 itu ada demam, kemudian ada pembesaran kelenjar limfe. Tapi keadaannya baik, artinya tidak sakit berat. Ada cacarnya atau ruam-ruam di muka, telapak tangan, kaki, dan sebagian di sekitar alat genitalia," jelas Syahril.

Beruntung pasien tersebut langsung mendapat respons cepat dari rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Sehingga bisa cepat dilakukan tes PCR kemudian hasil positif bisa keluar pada Jumat (19/8/2022).

(Tribunnews.com/Milani Resti/Faryyanida Putwiliani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas