Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Kesehatan

Viral Kisah Balita Mengidap Penyakit Langka Kawasaki, Sang Ibu Ceritakan Gejala hingga Penanganan

Viral kisah balita berumur dua tahun mengidap penyakit langka Kawasaki, sang ibu ceritakan gejala dan penanganannya.

Penulis: Milani Resti Dilanggi
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
zoom-in Viral Kisah Balita Mengidap Penyakit Langka Kawasaki, Sang Ibu Ceritakan Gejala hingga Penanganan
TikTok @Ibuyumna
Viral kisah balita mengidap penyakit langka Kawasaki, sang ibu ceritakan gejala hingga penanganannya (tangkap layar akun TikTok @Ibuyumna). 

"Esok harinya dokter visit dan meminta agar dilakukan check lab tambahan, Rontgen dan Rekam jantung." 

"Setelah hasil keluar, langsung dirujuk dan dilakukan perawatan intensif. Esoknya dihari sabtu pagi 10 September 2022, langsung ditangani dokter jantung anak di USG dan Echo Jantung, hasilnya positif "kawasaki Disease"," jelas Elsa. 

Belum Diketahui Penyebabnya

Meski telah didiagnosis positif mengidap penyakit Kawasaki, kata Elsa, dokter belum mengetahui penyebab pasti dari sakit ini. 

Menurut keterangan dokter yang diungkap Elsa, sakit ini bisa sembuh tentu dengan penanganan yang baik. 

"Informasi dari dokter, penyakit ini bisa sembuh dengan penanganan yang baik. Belum diketahui penyebab pastinya karena apa," kata Elsa. 

Elsa mengatakan tak ada pantangan jenis makanan pada sang anak karena sakit ini. 

Berita Rekomendasi

"Tidak ada pantangan makanan apapun. Namun disarankan perbanyak makan buah dan serat," ucapnya. 

Butuh Obat dari Eropa Atau China

Elsa mengaku dokter memberikan penawaran obat yang berasal dari Eropa atau China. 

Obat dari Eropa dengan harga kurang lebih Rp 60 juta, sementara obat dari China berkisar Rp 40 juta. 

"Dokter memberikan penawaran obat yang diberikan. Tersedia obat buatan eropa dengan harga kurang lebih 60 juta, atau obat buatan cina dengan harga kurang lebih 42 juta," katanya. 

Ia menjelaskan obat bisa diberikan jika sudah melakukan pembayaran uang muka sebesar 80 persen.

Setelah mendapat 14 vial obat, kondisi sang anak, kata Elsa, kian membaik.

"Anak saya dengan beratnya membutuhkan obat sebanyak 14 vial dengan harga per 1 vial sebesar 3 juta. Obat bisa diberikan jika sudah melakukan pembayaran uang muka sebesar 80 persen. Setelah melakukan pembayaran dan anak saya menerima tindakan pemberian obat tersebut kondisinya membaik," tuturya. 

(Tribunnews.com/Milani Resti)

Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas