Tribun Kesehatan

Deretan 10 Penyakit Habiskan Dana Besar dalam Program JKN, Mayoritas Dipicu Konsumsi Garam Berlebih

Anggaran skrining itu telah disesuaikan dengan kebutuhan promosi, preventif, serta skrining Ia berharap, Kemenkeu menyetujui alokasi anggaran itu

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Deretan 10 Penyakit Habiskan Dana Besar dalam Program JKN, Mayoritas Dipicu Konsumsi Garam Berlebih
dok Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, Direktur Utama BPJS Kesehatan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama 2021, pembiayaan pasien penyakit jantung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi yang terbesar yakni menyentuh Rp 7,7 triliun.

Global Burden of Desease dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2014-2019 mencatat penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia sehingga penyakit tidak menular ini bisa dicegah.

Saat ini penyakit jantung tidak hanya ditemukan pada usia tua. Tren menunjukkan peningkatan usia penyakit jantung pada usia yang lebih muda.

Hal itu sebagai akibat dari peningkatan prevalensi obesitas darah tinggi merokok dan kolesterol tinggi di usia muda.

Baca juga: BPJS Kesehatan Siap Tanggung Pengobatan Covid-19 Jika Status Jadi Endemi

Karena itulah BPJS Kesehatan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8 triliun untuk kebutuhan skrining gula darah, kolestrol, dan darah tinggi tahun 2023.

"BPJS menyambut dengan senang hati apa yang dilakukan Menkes tahun 2023. Kami mendukung dengan menganggarkan Rp 8 triliun untuk tambahan skrining dan akibat skrining terdeteksi," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti disela-sela Media Workshop BPJS Kesehatan di RSUD Bali Mandara, Bali, Kamis(13/10).

Mantan Wakil Menteri kesehatan ini menyebut, anggaran skrining itu telah disesuaikan dengan kebutuhan promosi, preventif, serta skrining.

Ia berharap, Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu) dapat menyetujui alokasi anggaran tersebut.

"Kami hitung berdasarkan kasus jantung dan pembuluh darah kira-kira kalau diskrining ditambah dan dirawat jadi berapa, totalnya 8 triliun," ungkap dia.

BPJS Kesehatan juga mengumumkan deretan penyakit yang menghabiskan dana besar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Direktur utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyebut mayoritas penyakit disebabkan oleh konsumsi garam berlebihan.

Adapun penyakit-penyakit tersebut adalah jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, talasmeia, sirosis Hepatis, leukimia, gagal ginjal, hemofilia dan hipertensi.

"Secara umum penyakit ini bisa dicegah, salah satunya dikurangi garam. Makanya pemerintah jangan anjurkan makan garam yang banyak," ujar Ghufron.

Ia menyoroti, angka hipertensi di Indonesia ada 10 orang 3 di antaranya itu hipertensi.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas