Tribun Kesehatan

Sempat Dinyatakan Bebas, Kini Kasusnya Muncul Lagi di Indonesia, Ini 3 Cara Cegah Penularan Polio

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Raihan, SpA(K) ada 3 cara cegah polio.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Sempat Dinyatakan Bebas, Kini Kasusnya Muncul Lagi di Indonesia, Ini 3 Cara Cegah Penularan Polio
ASIF HASSAN / AFP
Dalam foto yang diambil pada 16 Februari 2016, seorang petugas kesehatan Pakistan menandai jari seorang anak setelah memberikan vaksin tetes polio di Karachi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hampir delapan tahun Indonesia dinyatakan bebas polio.

Namun beberapa waktu terakhir kasus Polio kembali muncul di Pidie, Aceh.

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Raihan, SpA(K) ada ketiga langkah utama cegah polio.

Baca juga: IDAI Ungkap Beberapa Alasan Orang Tua di Kabupaten Pidie Aceh Enggan Imunisasi Polio Anaknya

"Cara pertama adalah melakukan imunisasi ini adalah cara yang paling efektif. Virus ini akan putus mata rantai jika memiliki cakupan vaksin yang merata," ungkapnya pada konferensi pers virtual yang diadakan IDAI, Jumat (2/12/2022).

Cakupan imunisasi kata dr Raihan yang diperlukan adalah mesti mencapai lebih dari 95 persen.

Jika kurang dari 60 persen maka berstatus merah.

Sedangkan cakupan imunisasi 60-95 persen berstatus kuning.

Baca juga: Kementerian Kesehatan Targetkan 1,2 Juta Anak Usia 0-12 Tahun di Aceh Dapat Imunisasi Polio

Baru ketika cakupan imunisasi berada di angka 95 persen, maka berstatus hijau.

"Kalau suatu daerah kuning dan merah berhati-hati. Tinggal menunggu waktu saja," kata dr Raihan lagi.

Langkah pencegahan kedua adalah mencegah terjadi pencemaran lingkungan (fecal-oral).

Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang bersama Kader Posyandu Wijaya Kusuma RW 06 Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, memberikan layanan kesehatan pada pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Senin (1/8/2022). Pemkot Tangerang,  mulai mencanangkan program BIAN secara bertahap selama satu bulan dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat agar anak mereka sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya, selain itu untuk mengejar cakupan imunisasi yang menurun signifikan akibat pandemi serta ada pemberian imunisasi tambahan seperti campak, rubela dan melengkapi dosis imunisasi polio,  DPT- HB- Hib,  yang terlewat. Warta Kota/Nur Ichsan
Tim medis dari Dinas Kesehatan Kota Tangerang bersama Kader Posyandu Wijaya Kusuma RW 06 Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, memberikan layanan kesehatan pada pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Senin (1/8/2022). Pemkot Tangerang, mulai mencanangkan program BIAN secara bertahap selama satu bulan dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat agar anak mereka sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya, selain itu untuk mengejar cakupan imunisasi yang menurun signifikan akibat pandemi serta ada pemberian imunisasi tambahan seperti campak, rubela dan melengkapi dosis imunisasi polio, DPT- HB- Hib, yang terlewat. Warta Kota/Nur Ichsan (Warta Kota/Nur Ichsan)

Diikuti dengan pengendalian infeksi yaitu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Seperti PHBS buang air besar di jamban yang baik dan jauh dari pusat air.

Lalu mencuci tangan dengan sabun, dan mengunakan air matang untuk makan dan diminum.

"Terakhir, ketiga laporkan jika ada kasus lumpuh layu pada anak usia bawah lima tahun yang terjadi mendadak," pungkasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas