Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Microsleep Sering Jadi Penyebab Kecelakaan, Praktisi Kesehatan Bagikan Tips Pencegahannya

Praktisi Kesehatan Ngabila Salama bagikan cara mencegah kecelakaan akibat microsleep. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Microsleep Sering Jadi Penyebab Kecelakaan, Praktisi Kesehatan Bagikan Tips Pencegahannya
Shutterstock
Ilustrasi mengantuk saat mengemudi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa tragis terjadi pada mobil kru tvOne di km 315 jalur A pada hari Kamis, 31 Oktober 2024. 

Mobil tersebut ditabrak dari belakang oleh truk yang sopirnya disebut mengalami microsleep.

Insiden ini berujung dengan tiga awak media dari tvOne pun menghembuskan nafas terakhirnya dan dua lagi mengalami luka-luka. 

Microsleep memang sering diketahui menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

Microsleep merupakan suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk

Kejadian microsleep berlangsung sekitar sepersekian detik hingga 10 detik penuh. 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, durasi microsleep dapat bertambah lama jika seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.

Terkait hal ini, Praktisi Kesehatan Ngabila Salama bagikan cara mencegah kecelakaan microsleep

Tips pertama adalah berhenti setiap per 3-4 jam saat melakukan perjalanan jauh jalur darat di rest area.

Setiap istirahat, dibatasi waktu setidaknya 30 menit.

"Maka yang bisa dilakukan sesuai prioritas paling mendesak misalnya ke kamar kecil, makan, minum, berjalan kaki atau meregangkan badan selama 10-15 menit," kata Ngabila, Jumat (1/11/2024). 

Sedangkan untuk pengemudi dan tidak ada yang menggantikan, bisa menggunakan  waktu istirahat 15-30 menit untuk tidur berkualitas.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk tidur, bisa minum kopi tanpa gula atau less sugar. 

Hindari minuman berenergi atau minuman berkemasan karena tidak baik untuk kesehatan jantung dan memiliki kadar gula yang tinggi. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas