Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Hati-Hati, Kurang Makan Serat Bisa Berujung Kanker Usus Besar, Begini Penjelasan Dokter

Mengonsumsi makanan yang mengandung serat telah terbukti sejak lama membawa dampak baik bagi tubuh. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Hati-Hati, Kurang Makan Serat Bisa Berujung Kanker Usus Besar, Begini Penjelasan Dokter
Bet_Noire
Ilustrasi kanker 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengonsumsi makanan yang mengandung serat telah terbukti sejak lama membawa dampak baik bagi tubuh. 

Sebaliknya, kekurangan serat nyatanya juga bisa beri dampak buruk pada tubuh. 

Salah satunya seperti meningkatkan risiko terjadinya kanker pada usus besar. 

Baca juga: Laki-Laki Lebih Berisiko Derita Kanker Usus Besar Ketimbang Perempuan, Dokter Jelaskan Alasannya 

Hal ini diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Daniel Rizky, Sp. PD, K-HOM. 

"Jarang mengonsumsi makanan mengandung serat juga bisa menjadi pemicu munculnya kanker usus besar,"ungkapnya pada talkshow kesehatan virtual, Rabu (4/12/2024).

Lebih lanjut dr Daniel pun menjelaskan apa kaitan kurangnya konsumsi serat dengan risiko kanker usus besar

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi kita tahu ya bahwa mungkin sekitar lima tahun terakhir, muncul satu teori baru bahwa usus otak kedua. Karena ternyata kesehatan usus itu sama pentingnya dengan kesehatan di otak. Banyak sekali jalur-jalur peradangan dan lain-lain itu yang diregulasi di dalam usus," jelas dr Daniel. 

Bakteri baik di dalam usus punya tugas meregulasi jalur-jalur peradangan di dalam usus. 

Agar aktivitas bakteri ini bisa tetap berjalan baik, proporsi antara bakteri dan jamur di dalam tubuh harus seimbang.

Populasi yang seimbang di dalam perut harus dijaga dengan makanan-makanan yang sehat

Contohnya, mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi serat

Beberapa penelitian menyatakan, jika makanan yang diproses berkali-kali ternyata mengandung sedikit serat

Kondisi ini dapat mengganggu kestabilan proporsi dari bakteri-bakteri baik itu. 

"Bakteri-bakteri baik yang terganggu kestabilannya itu, akhirnya mereka mengubah ekosistem di dalam usus. Sehingga terjadilah peradangan terus menerus di dalam usus," papar dr Daniel. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas