Benarkah Vitamin D dan Vitamin K Wajib Dikonsumsi Bersamaan? Ini Kata Dokter
Banyak masyarakat kebingungan soal bagaimana cara terbaik mendapatkan vitamin D. Termasuk isu soal vitamin D harus diminum bersama vitamin K.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Vitamin D kerap menjadi sorotan dalam dunia kesehatan.
Terutama karena perannya yang sangat penting dalam menjaga kekuatan tulang dan daya tahan tubuh.
Namun, belakangan banyak masyarakat kebingungan soal bagaimana cara terbaik mendapatkan vitamin D.
Termasuk isu soal vitamin D harus diminum bersama vitamin K.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Tulang Belakang RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Andra Hendriarto, Sp.OT (K), menjelaskan bahwa yang terpenting bukan soal apakah vitamin D dikonsumsi bersama vitamin K atau tidak.
Baca juga: Manfaat Vitamin D bagi Kesehatan Tulang, Berikut Asupan Kebutuhan Per Hari
Tapi, bagaimana tubuh bisa mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif yang bermanfaat.
“Mau yang boleh (berbarengan), enggak yang enak apa-apa. Yang lebih penting vitamin D yang masuk itu adalah vitamin D yang masuk,” jelas dr. Andra pada media briefing yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Rabu (17/9/2025).
Peran Paparan Sinar Matahari
Vitamin D umumnya diperoleh dari makanan maupun suplemen dalam bentuk pro-vitamin D. Agar bisa bekerja maksimal, pro-vitamin D harus diubah menjadi bentuk aktif melalui bantuan sinar matahari.
“Vitamin D yang masuk itu biasanya dalam kondisi pro-vitamin D yang harus dibawah menjadi vitamin D oleh sinar makanan,” kata dr. Andra.
Karena itu, paparan sinar matahari pagi tetap menjadi sumber vitamin D paling alami dan efektif.
Di Indonesia yang beriklim tropis, sinar matahari berlimpah dan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan harian.
Kapan Waktu Terbaik Berjemur?
Lebih lanjut dr. Andra menyarankan masyarakat meluangkan waktu untuk berjemur setiap hari, terutama di pagi hari.
Durasi yang dibutuhkan tidak terlalu lama, cukup 15–30 menit tergantung intensitas sinar.
Sementara di negara subtropis atau dengan musim dingin panjang, paparan sinar matahari jauh lebih terbatas.
Hal ini membuat masyarakat di sana lebih bergantung pada suplemen vitamin D untuk menjaga kebutuhan hariannya.