Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Penelitian Terbaru :Sarapan Bukan Asal Kenyang Tapi Menjaga Kesehatan Jantung

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan  sarapan berkaitan erat dengan kesehatan jantung.  Bukan asal kenyang tapi pilih yang tepat ya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penelitian Terbaru :Sarapan Bukan Asal Kenyang  Tapi Menjaga Kesehatan Jantung
Freepik
SARAPAN DAN KESEHATAN JANTUNG - Ilustrasi sarapan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan  sarapan berkaitan erat dengan kesehatan jantung.  Bukan asal kenyang tapi pilih yang tepat ya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM – Sarapan sering dianggap hanya sekadar mengisi perut sebelum beraktivitas. 

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan  sarapan memiliki kaitan erat dengan kesehatan jantung. 

Baca juga: Asupan Protein dalam Menu Sarapan, Pendekatan Sehat Menurunkan Berat Badan

Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, dr Makhyan Jibril A MSc MBiomed SpJP, menegaskan bahwa pola sarapan yang tepat bisa menjadi investasi kesehatan jantung sejak dini.

“Banyak orang yang mungkin menganggap sarapan itu hanya soal ngisi perut supaya kuat beraktivitas kayak gitu. Padahal ini berkaitan juga ternyata dengan kesehatan jantung kita,” jelas dr Makhyan Jibril, Selasa (30/9/2025). 


Penelitian Terbaru: Sarapan dan Risiko Kardiovaskular

Sebuah publikasi terbaru dari Nutrition Research Journal pada September 2025 mengumpulkan data dari 60 meta-analisis di seluruh dunia. 

Hasilnya cukup mengejutkan, tidak sarapan sama sekali ternyata bisa merugikan metabolisme.

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan sarapan berlebihan dengan makanan tinggi kalori atau olahan juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Ahli Gizi: Kekurangan Omega-3 Tingkatkan Risiko Gangguan Kardiovaskular Seperti Jantung

Dalam riset itu dijelaskan, komposisi sarapan sangat mempengaruhi kerja hormon yang berhubungan dengan metabolisme tubuh. 

Hormon-hormon ini pada akhirnya menentukan seberapa besar risiko seseorang terkena gangguan jantung dan pembuluh darah.

Dengan kata lain, sarapan bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi penting dalam menjaga keseimbangan energi sekaligus melindungi kesehatan jantung.

Lebih lanjut dr Makhyan menekankan bahwa yang terpenting bukanlah seberapa banyak sarapan, melainkan seberapa tepat komposisinya. 

Sarapan yang sehat sebaiknya memenuhi kebutuhan kalori tubuh tanpa berlebihan.

“Prinsip menjaga kesehatan jantung ini kan mengkonsumsi sesuai dengan kebutuhannya, artinya kalori kita itu cukup, tidak berlebihan atau tidak menambahkan hal-hal yang mungkin tidak terlalu penting,” ujarnya.

Ia menyarankan kombinasi makanan yang kaya protein, serat, dan rendah lemak jenuh sebagai pilihan ideal. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas