Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Trik Sehat saat Panas Ekstrem, Perbanyak Minum, Jangan Tunggu Haus

Fenomena panas ekstrem terjadi sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu trik agar tetap sehat adalah jangan lupa minum.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Trik Sehat saat Panas Ekstrem, Perbanyak Minum, Jangan Tunggu Haus
Medical News Today
MINUM - Fenomena panas ekstrem terjadi sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu trik agar tetap sehat adalah jangan lupa minum. 

Ia menambahkan, jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian. 

Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengenali gejala awal seperti lemas, pusing, mual, berkeringat berlebihan, dan denyut jantung cepat.

Selain itu, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis juga berisiko lebih tinggi terhadap dampak panas ekstrem.

“Anak-anak, lansia, ibu hamil, juga orang dengan penyakit kronis seperti hipertensi, jantung, atau diabetes ini berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat stres panas,” ungkapnya.

Baca juga: 8 Tips Ampuh Hadapi Cuaca Panas Ekstrem dan Tetap Sehat di Musim Pancaroba

Dicky mengingatkan, fenomena panas ekstrem harus menjadi peringatan nyata tentang kondisi lingkungan perkotaan yang semakin tidak sehat. 

“Sekali lagi, fenomena panas ekstrem ini adalah peringatan nyata dari dampak perubahan iklim dan kondisi lingkungan perkotaan kita yang makin nggak sehat,” tegasnya.

Saran Ahli: Perbanyak Area Hijau di Kota

Rekomendasi Untuk Anda

Selain langkah individu, ia juga menyoroti perlunya perlindungan lingkungan yang lebih luas. 

Salah satu langkah penting adalah memperbanyak area hijau di wilayah perkotaan.

“Perbanyak area hijau, jadi hutan-kota, pepohonan di sekitar rumah. Ini sangat penting karena vegetasi membantu menurunkan suhu lingkungan,” ujarnya.

NGABUBURIT - Warga menikmati pemandangan di Hutan Kota GBK, Jakarta, Jumat (7/3/2025). Warga memanfaatkan Hutan Kota GBK sebagai lokasi untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa yang dapat dikunjungi secara gratis dengan menikmati pemandangan gedung-gedung bertingkat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
NGABUBURIT - Warga menikmati pemandangan di Hutan Kota GBK, Jakarta, Jumat (7/3/2025). Warga memanfaatkan Hutan Kota GBK sebagai lokasi untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa yang dapat dikunjungi secara gratis dengan menikmati pemandangan gedung-gedung bertingkat. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ia juga mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum ramah lingkungan seperti bus listrik. 

“Karena sekali lagi kendaraan pribadi itu memicu emisi panas dan polutan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dicky menilai pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan sistem peringatan dini terhadap gelombang panas dan meningkatkan literasi publik terkait penanganan heatstroke.

“Pemerintah dan dinas kesehatan perlu melakukan semacam early warning system atau sistem peringatan dini terhadap gelombang panas. Juga literasi publik tentang tanda-tanda heatstroke dan penanganan awal,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa selain adaptasi individu, langkah mitigasi jangka panjang seperti penghijauan, tata kota ramah iklim, dan pengendalian polusi udara menjadi kunci menghadapi ancaman panas ekstrem di masa depan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas