Cuaca Tak Menentu, Polusi Naik, Kasus ISPA di Jakarta Nyaris Tembus 2 Juta
ISPA di Jakarta sudah nyaris 2 juta kasus. Polusi, cuaca, dan perilaku warga picu lonjakan. Pakar sebut ini alarm ekologis perkotaan.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Acos Abdul Qodir
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
POLUSI UDARA DAN ISPA - Pemandangan gedung bertingkat di Jakarta diselimuti asap polusi udara, Selasa (20/6/2023). Pada Oktober 2025, lonjakan kasus ISPA nyaris tembus dua juta, memicu kekhawatiran atas dampak cuaca ekstrem dan kualitas udara terhadap kesehatan warga.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan tangan, etika batuk, serta tidak memaksakan diri bekerja saat mengalami gejala ISPA agar tidak menularkan ke lingkungan sekitar.
ISPA Jadi Alarm Ekologis, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Dicky menekankan perlunya langkah strategis jangka panjang dari pemerintah.
Ia mendorong peningkatan pemantauan ISPA berbasis sentinel di puskesmas, integrasi data kesehatan dengan indeks kualitas udara harian, serta pengendalian emisi lintas sektor.
“ISPA saat ini bukan sekadar masalah infeksi biasa, tapi indikator stres ekologis perkotaan yang menuntut respons terpadu antara kesehatan masyarakat, lingkungan, dan kebijakan publik,” tutupnya.
Berita Populer
Berita Terkini
Baca tanpa iklan