Wamenkes Dante Bicara Inovasi Diabetes Molekuler & Artificial Pancreas: Masa Depan Pengobatan
Wamenkes dr. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pendekatan revolusioner dalam penanganan diabetes di Indonesia.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Anita K Wardhani
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pendekatan revolusioner dalam penanganan diabetes di Indonesia yang dikenal dengan sebutan diabetes molekuler.
Pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan pengobatan diabetes dengan lebih personal dan efektif.
Baca juga: Satu dari 4 Orang Dewasa di Indonesia Obesitas, Diabetes Pun Mengancam, Saatnya Kendalikan
Menurut Dante, bidang diabetes memiliki tiga aspek utama: klinis, laboratorium, dan kombinasi keduanya. Posisinya sendiri berada di titik temu antara dunia klinis dan laboratorium.
Hal itu disampaikan Wamen Dante saat sesi wawancara dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribun, Palmerah, Jakarta, pada Rabu (19/11/2025).
“Dalam hal ini, waktu itu studi yang saya ambil adalah studi molekuler diabetes, karena waktu itu memang belum ada tenaga ahli yang menggabungkan antara kejadian real dan kebutuhan real yang ada di klinis, diterjemahkan ke dalam laboratorium, dan hasil laboratorium diterapkan lagi di klinis. Itulah yang disebut diabetes molekuler,” kata Dante.
Dante menjelaskan, diabetes molekuler adalah sebuah disiplin ilmu yang menjembatani temuan di lapangan dengan penelitian mendalam di laboratorium, untuk kemudian hasilnya diaplikasikan kembali ke pasien.
“Ini berkaitan dengan genetika, berkaitan dengan stem cell (sel induk), berkaitan dengan uji laboratorium molekuler. Semuanya dikemas dalam bentuk uji laboratorium yang nanti akan bisa diterapkan di klinis atau pelayanan pasien,” jelasnya.
Salah satu wujud nyata dari penerapan ilmu diabetes molekuler ini adalah pengembangan artificial pancreas atau pankreas buatan, yang menjadi fokus studi doktoralnya.
Artificial pancreas adalah sebuah sistem teknologi canggih yang dirancang untuk meniru fungsi organ pankreas dalam mengatur kadar gula darah secara otomatis. Sistem ini umumnya terdiri dari monitor pemantau glukosa terus-menerus (continuous glucose monitor/CGM) dan pompa insulin yang terintegrasi melalui sebuah algoritma cerdas.
Algoritma inilah yang menjadi "otak" dari sistem, yang secara real-time menganalisis data gula darah dari sensor dan secara otomatis mengatur pemberian insulin yang tepat dari pompa, tanpa memerlukan intervensi manual dari pengguna.
Baca juga: Ada Radioaktif pada Produk Sepatu yang Diekspor, Ini Respons Wamenkes Benny dan Kepala BPOM
Pengembangan artificial pancreas merupakan terobosan besar bagi pasien diabetes, terutama Diabetes Mellitus tipe 1, karena dapat mengurangi frekuensi suntik insulin manual, meminimalkan risiko hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) dan hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), serta secara signifikan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Dengan pendekatan diabetes molekuler, penelitian seperti artificial pancreas dapat dikembangkan lebih lanjut dengan mempertimbangkan profil genetik dan respons biologis spesifik setiap individu, menuju pengobatan diabetes yang lebih personal dan presisi.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi masa depan pengobatan diabetes di Indonesia, menuju pelayanan kesehatan yang lebih akurat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pasien.
Baca tanpa iklan