Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Wamenkes Dante Bicara Inovasi Diabetes Molekuler & Artificial Pancreas: Masa Depan Pengobatan

Wamenkes dr. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pendekatan revolusioner dalam penanganan diabetes di Indonesia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Wamenkes Dante Bicara Inovasi Diabetes Molekuler & Artificial Pancreas: Masa Depan Pengobatan
Tribunnews.com/Rina Ayu
DIABETES - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pendekatan revolusioner dalam penanganan diabetes di Indonesia. 

Tanya: Tadi kan disebutkan 2 tahun lagi bahwa akan ada artificial pancreas itu tadi ya. Bids dijelaskan, orang awam ini, artificial berarti ada pankreas palsu ini atau gimana ini? Anggapannya sel buatan?

Jawab: Kalau orang diabetes itu pankreas kan rusak. Di dalam pankreas itu ada 4 populasi sel. Salah satu selnya ada sel beta. Sel beta ini rusak karena sel beta ini yang memproduksi insulin, dan tidak bisa recovery lagi karena faktor transkripsinya, faktor yang menstimulasi dia itu bisa menjadi normal lagi, itu hilang setelah lahir.

Maka yang akan kita lakukan adalah transdiferensiasi, atau mengubah bentuk populasi sel lain, antara lain sel delta, sel alfa, dan sel duktal. Nah, sel duktal ini nggak rusak, tapi dia bisa distimulasi oleh faktor transkripsi khusus yang saya temukan untuk bisa menjadi sel yang memproduksi insulin. Jadi dia tetap ada selnya, tersebut tidak rusak, tapi kita stimulasi dengan substrat khusus supaya dia bisa memproduksi insulin. Gampangnya seperti itu.

Tanya: Oh, jadi itu dilakukan lewat operasi atau?

Jawab: Enggak, disuntik aja.

Tanya: Jadi kesimpulannya, orang sakit diabetes menggunakan metode artificial pancreas itu bisa sembuh total?

Jawab: Bisa.

Rekomendasi Untuk Anda

Tanya: Kesimpulannya, menggunakan metode artificial pancreas ini, orang yang terkena diabetes bisa seperti orang yang tidak kena diabetes. Artinya sembuh, gitu kan, Dok?

Jawab: Betul.

Tanya: Pankreasnya digantikan dengan pankreas. Karena selama ini orang beranggapan bahwa penyakit diabetes nggak bisa sembuh, hanya bisa dikelola saja. Anggapan itu salah kan?

Jawab: Betul. Betul, ya? Betul. Tapi kan ini belum launching, jadi saya belum bisa melakukan declare secara terbuka bahwa ini pasti akan bagus, akan bisa dipakai.

Tanya: Yang selama ini harus kita tekankan bahwa pengetahuan masyarakat dan pemahaman masyarakat bahwa diabetes itu tidak sembuh, tetap harus digaungkan?

Jawab: Oh, iya, Karena sekali dia diabetes, dia dicap diabetes, dia akan terus diabetes. Dia akan terus diabetes. Terus diabetes itu, yang paling penting, dia bukan ngobatin diabetes saja dengan bagus saja, tapi yang penting dia harus melakukan monitoring efek-efek komplikasi yang timbul. Jangan nunggu keluhan.

Jadi setiap tahun dia harus periksa jantungnya, setiap tahun dia harus periksa ginjalnya, setiap tahun dia harus periksa sarafnya, setiap tahun dia harus periksa matanya. Supaya kalau ada komplikasi dini yang muncul lebih awal, kita bisa obati dengan lengkap.

Jadi walaupun pasien diabetes itu tidak sembuh, tapi dia bisa hidup normal, bisa sama sehatnya dengan orang yang tidak terkena diabetes. Bahkan umurnya bisa lebih panjang, karena dia dimonitor. Dia dimonitor, setiap tahun dia diperiksa kesehatannya, dan seterusnya. Jadi bahwa penyakit diabetes tidak bisa sembuh tetap harus dikawal supaya dia alert.

(Tribun Network/ Yuda).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas