Wamenkes Dante Bicara Inovasi Diabetes Molekuler & Artificial Pancreas: Masa Depan Pengobatan
Wamenkes dr. Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan pendekatan revolusioner dalam penanganan diabetes di Indonesia.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Anita K Wardhani
Berikut petikan wawancara dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono terkait diabetes molekuler dari bahan ini serta tambahan soal pengembangannya terkait artificial pancreas:
Tanya: Tentu orang ingin bertanya, Pak Wamen, pakar diabetes molekuler itu apa? Bisa dijelaskan lebih dulu supaya orang awam, pembaca kita, pemirsa kita itu paham?
Jawab: Aspek diabetes itu kan banyak. Ada aspek klinis yang mengobati pasien, ada aspek laboratorium, dan ada kombinasi antara klinis dan laboratorium. Saya masuk kombinasi antara klinis dan laboratorium.
Dalam hal ini, waktu itu studi yang saya ambil adalah studi molekuler diabetes, karena waktu itu memang belum ada tenaga ahli yang menggabungkan antara kejadian real dan kebutuhan real yang ada di klinis, diterjemahkan ke dalam laboratorium, dan hasil laboratorium diterapkan lagi di klinis. Itulah yang disebut diabetes molekuler.
Ini berkaitan dengan genetika, berkaitan dengan stem cell, berkaitan dengan uji laboratorium molekuler. Itu semuanya dikemas dalam bentuk uji laboratorium yang nanti akan bisa diterapkan di klinis atau pelayanan pasien.
Tanya: Sebagai satu ilmu, gunanya langsung kepada pasien diabetes ini apa, terkait dengan diabetes molekuler?
Jawab: Waktu itu, saya melakukan studinya dengan topik artificial pancreas.
Tanya: Artificial pancreas? Kalau artificial artinya buatan, ya? Jadi, pankreas buatan? Bisa dijelaskan?
Jawab: Pada dasarnya orang diabetes, diobati sekalipun, pankreasnya akan mengalami penurunan fungsinya dari waktu ke waktu. Dari awal diabetes mungkin dapat satu obat, kemudian perjalanannya gula darahnya cenderung naik, dia dapat dua obat, kemudian naik lagi dapat tiga macam obat, terus dosisnya juga harus dinaikkan dari masa ke masa. Kenapa begitu? Karena ada satu missing link secara genetik yang belum bisa terpecahkan, bahwa kelenjar pankreas yang ada dalam tubuh manusia pada pasien-pasien diabetes itu makin menurun.
Kenapa pankreas penting? Karena pankreas memproduksi insulin, dan insulin itu adalah kunci untuk membawa gula bisa masuk ke dalam sel. Kalau insulinnya rendah karena pankreasnya rusak, maka kuncinya menjadi sedikit dan gula darah tidak bisa masuk ke dalam sel, maka gula darah akan menumpuk di dalam darah.
Kalau diambil darahnya, dicek kadarnya tinggi. Itu artinya diabetesnya makin lama makin tinggi, butuh kunci baru dengan menstimulasi sel pankreasnya tersebut. Dan kalau pankreasnya sudah sedikit rusak, maka harus pakai insulin dari luar untuk membuat gula darahnya yang tadinya beredar banyak di dalam darah menjadi menurun.
Tanya: Artificial pancreas saat ini sudah bisa diterapkan?
Jawab: Dalam clinical trial sudah ada beberapa kemajuan yang mencoba menerapkan terapi genetik di dalam model artificial pancreas. Mungkin tidak terlalu berapa lama lagi, apalagi sekarang didukung oleh teknologi AI, molekuler diabetes yang semakin baik. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi artificial pancreas ini bisa diimplementasikan.
Tanya: Jadi intinya sekarang ini masih dalam clinical trial. Dan kita prediksikan tidak akan lama lagi, model artificial pancreas ini akan bisa diterapkan bagi para pasien diabetes melitus?
Jawab: Kira-kira? Mungkin dua tahun lagi bisa.
Baca tanpa iklan